Meski Pekerjaannya Remeh, 3 Ayah Ini Sanggup Sekolahkan Buah Hati Hingga Jenjang Tertinggi

Berbagisemangat.com – Melihat anak lulus dari bangku sekolahnya adalah impian setiap orangtua. Terang saja, dari momen bahagia ini, para ayah dan ibu merasa jika usahanya selama ini tidak sia-sia. Apalagi jika sang anak menjadi lulusan terbaik, wah itu adalah rezeki terindah yang pernah mereka dapatkan seumur hidup.

Seperti ayah dan ibu di bawah ini yang pada mulanya tidak menyangka bisa membawa buah hatinya lulus dari pendidikannya. Padahal, hidup mereka pas-pasan lantaran penghasilan yang didapatkan tidak seberapa. Namun, sang anak tak patah semangat mewujudkan cita-cita orangtuanya. Dan dengan bangga mereka mempersembahkan predikat lulusnya kepada orang yang telah bersusah payah membiayainya.

Usai ujian skripsi, lelaki ini langsung hampiri sang ayah yang berjualan siomay

Pada umumnya, mahasiswa yang setelah ujian skripsi akan menghabiskan waktu dengan teman-temannya. Namun ini tidak berlaku bagi Anang Satria, mahasiswa asal Kolaka, Sulawesi Tenggara. Setelah ia dinyatakan lulus ketika ujian skripsi, dirinya memilih untuk menghampiri sang ayah yang bekerja di sebuah sekolah dasar.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Berbagisemangat.com – Suasana haru langsung terasa saat seorang pria memeluk ayahnya yang sedang berjualan somay di sebuah Sekolahan Dasar (SD) kawasan Kolaka, Sulawesi Tenggara. . Video tersebut langsung viral dan menuai banyak komentar beragam dari netizen setelah diunggal dalam akun instagram @wowunix. Belakangan pria tersebut diketahui bernama Anang Satria M,S.AP. . “Bikin Haru… Usai ujian Skripsi dan dinyatakan lulus, Pria ini langsung mendatangi Ayahnya yang sedang berjualan somay di SD, iapun memeluk dan mengucapkan terima kasih kepada ayahnya,” tulis captionnya. . “Memang ayah bukan yang melahirkan kita, tapi beliaulah yang susah payah membiayai hidup kita”. tulisnya lagi. . Berbagai dukungan dan doa dari netizen langsung ramai di kolom komentar. . “Ya Allah…alhamdulillah..smoga jd anak sholeh sukses dunia akhirat ya,” tulis great_peopl***. . “Semoga ilmunya bermanfaat,” tulis oktrimulat***. . “Yallah terharu,” tulis intnazlni***. . . #BerbagiSemangat #SuaraSemangat

Sebuah kiriman dibagikan oleh SUARA SEMANGAT (@suarasemangat) pada

Bukan sebagai guru atau pegawai TU, melainkan hanya berjualan siomay di depan sekolah tersebut. Dengan bangganya ia mendatangi sang ayah dan langsung memeluknya penuh haru. “Memang ayah bukan yang melahirkan kita, tapi beliaulah yang susah payah membiayai hidup kita”, ungkapnya.

Anak seorang tukang becak yang lulus dengan nilai terbaik di ITB

Kali ini kita patut berbangga dengan seorang tukang becak bernama Sawiri. Pria berusia 66 tahun tersebut telah berhasil menghantarkan anak bungsunya lulus di universitas ternama yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB). Bahkan, sang anak bernama Herayati lulus dengan nilai terbaik pada saat itu.

Bayangkan saja, betapa bangganya sang ayah memiliki anak yang pintar dan mampu lulus dengan predikat cumlaude. Setelah ini, Sarwini berharap jika anak perempuannya ini bisa melanjutkan ke jenjang S2 supaya menjadi dosen. Semoga, doamu terkabul ya pak ~

Anak seorang petani kentang yang jadi dokter gigi dan musisi

Nova Abdillah yang kini menjadi musisi dan dokter gigi tak menyangka jika hidupnya bisa seberuntung ini. Pasalnya, kehidupannya dulu bersama ayah, ibu dan adik-adiknya jauh dari kata layak. Serta ayahnya hanya bekerja sebagai penanam kentang.

Tapi kedua orangtua dari Nova tidak patah semangat. Mereka terus berusaha, agar anak sulungnya tersebut bisa mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Ya meskipun butuh perjuangan yang sangat keras. Namun pada akhirnya, Nova berhasil mewujudkan keinginan orangtuanya yang lulus dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai dokter gigi.

Ketiga peristiwa di atas membuktikan kalau orangtua selalu berusaha untuk membiayai pendidikan anaknya meski kadang rasa-rasanya mustahil bagi mereka. Tapi siapa yang menyangka, meskipun pekerjaan sang ayah diremehkan orang, namun ternyata bisa sekolahkan buah hatinya sampai ke jenjang setinggi-tingginya. Maka dari itu, jangan pernah remehkan profesi apapun karena kita tak pernah tahu apa yang terjadi ke depannya.

 

 

Related posts