Miris! Diterlantarkan oleh Keempat Anaknya, Pria Paruh Baya Ini Hidup dalam Kesengsaraan

Berbagisemangat.com – Sebagai seorang anak kita wajib hukumnya untuk berbakti kepada kedua orangtua. Membahagiakannya, menyiapkan segala kebutuhan mereka dan lain sebagainya. Namun sayangnya, masih banyak anak-anak di luar sana yang tidak sadar akan kewajibannya tersebut .

Salah satunya adalah anak-anak dari bapak yang bernama Shaleh ini. Diunggah di akun facebook Yuni Rusmini, lelaki paruh baya ini mengaku telah ditinggalkan oleh keempat anaknya. Parahnya anak-anaknya tersebut seakan sudah lupa jika mempunyai ayah lantaran Pak Shaleh menyebutkan kalau dirinya tak pernah dijenguk selama 10 tahun.

 

Dengan menangis, pria yang kini bekerja sebagai tukang parkir tersebut menjelaskan jika sekarang dirinya hanya hidup seorang diri. Sang istri sudah meninggal beberapa waktu lalu. Ditambah dengan anak-anaknya yang sudah tidak peduli lagi kepadanya. Padahal tiga dari empat anaknya berada di kota yang sama dengan dirinya, di Malang.

Entah apa pikiran dari anak-anaknya tersebut yang tega menelantarkan ayahnya sendiri. Sudah dibesarkan susah-susah, namun mereka benar-benar tak peduli. Peristiwa miris inipun mengundang banyak komentar dari para netizen. Hampir semuanya mengutuk perbuatan dari anak-anak Pak Shaleh. Lalu sebagian lagi mendoakan supaya Pak Shaleh diberi kesehatan, keberkahan dan kebahagiaan nantinya.

Komentar netizen [Sumber Gambar]

Kejadian seperti ini sebenarnya bisa dibawa ke jalur hukum. Sebab terdapat dua Undang-undang yang mengaturnya. Pertama adalah Pasal 46 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Di poin dua dituliskan “jika anak telah dewasa, ia wajib memelihara menurut kemampuannya, orang tua dan keluarga dalam garis lurus ke atas, bila mereka itu memerlukan bantuannya.”

Lalu aturan yang kedua terdapat di Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Di sana disebutkan “bahwa setiap orang dilarang menelantarkan orang dalam lingkup rumah tangganya, padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan atau perjanjian ia wajib memberikan kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan kepada orang tersebut.”

Related posts