Naik Kendaraan Umum ke Acara Kelulusan, Pelajar Ini Dihadiahi Mobil

Berbagisemangat.com –   Kalau di Indonesia, perayaan kelulusan memang selalu dirayakan dengan menggunakan setelan jas rapi dan kebaya. Kebayangkan betapa ribetnya pakaian yang digunakan kalau sampai naik kendaraan umum seperti di angkot.

Di luar negeri pun hampir serupa, biasanya acara kelulusan sekolah akan menggunakan baju toga wisuda. Tentunya akan terdengar menyulitkan jika sampai menggunakan pakaian itu secara langsung apalagi naik transportasi publik seperti bus.

Panas, gerah, pakaian yang berat hingga topi toga yang terus-terusan ingin terbang. Itulah situasi yang dialami oleh seorang remaja bernama Corey Patrick.

Karena keluarganya tak memiliki mobil, semasa sekolah Patrick harus menggunakan kendaraan umum untuk mencapai ke sekolahnya. Ia harus bangun dari jam 4.30 pagi selama setiap hari untuk ke sekolahnya di Birmingham, Alabama. Dari rumah ke sekolahnya, ia juga harus melakukan perjalanan hingga mencapai 90 menit.

Diberikan mobil untuk keluarganya

Perjalanannya untuk sekolah masih berlanjut hingga hari terakhirnya saat acara kelulusan. Dibandingkan dengan keadaan anak-anak lainnya, yang menggunakan mobil atau ikut dengan teman-temannya. Keadaan Patrick mungkin cukup terdengar menyedihkan.

Ia harus berjalan susah payah ke halte bus sendirian. Walaupun begitu, seorang sopir bus berhasil mengambil gambar Patrick saat menuju upacara wisuda.

Ternyata foto tersebut menarik perhatian Rickey Smiley, seorang pembawa acara radio lokal. Smiley meminta kepada para pengikutnya di Twitter untuk mengidentifikasi identitas Patrick.

“Tekadnya untuk sukse harus dipuji dan diakui. Corey mengajarkan kita tentang pelajaran hebat untuk bersabar dan mendorong diri melewati apapun situasi yang dihadapi,” ujar Smiley dikutip dari Lad Bible.

Dalam hal yang benar-benar menyentuh, Patrick kemudian diberikan sebuah mobil baru. Bagi keluarga Patrick, ini merupakan kendaraan pertama yang mereka miliki.

Setelah mendapatkan mobil, ia kemudian berusaha keras untuk mendapatkan SIMnya. Patrick berencana untuk menggunakan mobil itu ke kampus jika ia mendapat beasiswa penuh untuk masuk Universitas Negeri di Jaksonville.

“Dia merupakan pemuda yang hebat. Sangat pendiam, ramah dan kadnag-kadang keras kepada. Tapi dia anak yang patuh,” ujar sang ibu yang bangga dengan putranya.

Related posts