Pedagang Asal Aceh Ini Sumbang Rp 72 Juta, Bayi Kembar Di RS Malaysia Kembali Ke Pelukan Ibunya

Berbagisemangat.com – Upaya Haji Uma dan tim untuk membantu pelunasan biaya bersalin dan biaya berobat bayi kembar anak pasangan asal Nagan Raya, di RS Malaysia, berakhir bahagia.

Seorang pria yang tak mau disebut identitasnya kepada media, tiba-tiba menghubungi Bukhari, warga Aceh di Malaysia yang selama ini intens membantu, termasuk menggalang dana untuk membantu mengeluarkan bayi ini dari Rumah Sakit Ampang Malaysia.

Pria yang hanya memperkenalkan diri sebagai Hamba Allah, pedagang asal Aceh di Puchong Malaysia ini, mengaku tersentuh hatinya setelah dua kali membaca berita tentang keadaan yang menimpa keluarga asal Aceh ini, di Serambinews.com.

Kabar tersebut disampaikan Muhammad Daud, staf anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman (Haji Uma) kepada Serambinews.com Selasa (8/1/2019).

“Alhamdulillah, tanpa ada yang menduga Allah mengirimkan seorang hamba dermawan untuk menolong malaikat kecil ini,” ungkap Muhammad Daud.

Diberitakan sebelumnya, salah satu bayi kembar pasangan asal Nagan Raya, Aceh, Ranjani (43) dan Yulita (26), masih ditahan di sebuah rumah sakit di Malaysia lantaran pihak keluarga tidak dapat melunasi sisa biaya persalinan sebesar 21.000 Ringgit Malaysia.

Yulita melahirkan bayi kembar di Rumah Sakit Ampang Malaysia pada Agustus 2018. Satu bayi berhasil dibawa pulang, setelah pihak keluarga membayar sejumlah uang persalinan beberapa waktu lalu.

Namun, bayi lainnya ditahan pihak rumah sakit, karena Ranjani dan Yulita tak sanggup membayar biaya sisa persalinan sebesar 21.000 Ringgit Malaysia.

Biaya yang terpaut besar ini bukan tanpa alasan. Kedua bayi ini lahir secara prematur di kehamilan 7 bulan kurang 15 hari. Hal ini berpengaruh terhadap kondisi salah satu bayi ketika lahir.

Bahkan sempat kaki bayi ini tidak dapat digerakkan. Setelah diperiksa ternyata ada nanah di dalam tulangnya.

Menggalang Dana Hingga Dermawan Datang

Seperti diberitakan, Haji Uma dan Muhammad Daud, dalam beberapa hari terakhir intensif berhubungan dengan Bukhari dan keluarga bayi kembar itu, untuk bersama-sama mencari jalan keluar dari situasi tersebut.

Haji Uma bahkan sampai menggalang dana melalui situs donasi online kitabisa.com, mengetuk hati para dermawan untuk menyumbangkan hartanya, membantu membawa pulang satu dari dua bayi itu kembali ke pelukan ibunya.

Muhammad Daud mengatakan, penggalangan dana melalui situs kitabisa.com dilakukan karena biaya tagihan rumah sakit yang dibutuhkan lumayan besar.

“Hingga tanggal 6 Januari 2019, tagihan rumah sakit mencapai 21.000 Ringgit Malaysia (sekira Rp 72.429.000). Ini angka yang sangat besar, dan terus bertambah setiap hari. Makanya kita melakukan penggalangan dana dengan berbagai cara, termasuk melalui situs kitabisa.com,” ujar Muhammad Daud.

“Namun tak ada yang menduga, ternyata Allah mengirimkan seorang dermawan yang langsung menuntaskan persoalan ini,” ungkap Muhammad Daud.

Dia menceritakan, Hamba Allah yang tidak ingin disebutkan namanya itu menghubungi Bukhari (warga Aceh yang ikut menggalang dana di Malaysia) pada, Selasa (8/1/2019) pukul 7.30 waktu Malaysia.

Related posts