Perjalanan Syekh Ali Jaber Hingga Akhirnya Pilih Berdakwah di Indonesia dan Jadi WNI

Syekh Ali Jaber menjadi salah satu ulama panutan masyakarat Indonesia. Dakwahnya yang menyejukkan membuat pria kelahiran Madinah, Arab Saudiitu menjadi penceramah papan atas Indonesia.

Meski lahir dan besar di Madinah, Syekh Ali Jaber tidak ragu memutuskan untuk menetap dan memilih melanjutkan perjuangan dakwahnya di Indonesia. Ia bahkan telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 2012 silam setelah aktif berdakwah sejak tahun 2008.

Syekh Ali Jaber sendiri datang ke Indonesia pada tahun 2008. Ia menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat itu usianya masih 32 tahun. Kedatangannya ke Indonesia untuk menjadi guru tahfidz (hapalan) Quran, Imam salat, khatib di Masjid Agung Al- Muttaqin Cakranegara Lombok, NTB.

Hingga akhirnya, berkat kegiatan dakwahnya di Indonesia, Syekh Ali Jaber dianugerahi gelar WNI oleh Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Meski demikian, Syekh Ali Jaber menganggap status tersebut bukan kemuliaan, melainkan beban. Menurutnya, dengan status tersebut, artinya ada tanggung jawab yang harus ia pikul sebagai warga negara. Hal tersebut diungkapkan oleh Syekh Ali Jaber saat diundang di podcast Deddy Corbuzier.

“Ya Allah saya terima penghargaan ini tapi bagi saya beban, bukan sebuah kemuliaan. Karena saya dengan kepercayaan itu menjadi WNI berarti saya hidup sebagai rakyat Indonesia,” kata Syekh Ali Jaber, Rabu (16/9/2021).
Syekh Ali Jaber berusaha untuk menjaga nama baik Indonesia. Jika kelak ia tidak bisa menjaga nama baik Indonesia, ia ingin status WNI tersebut dicabut saja.

“Kalau saya tidak bisa menjaga nama baik negara Indonesia, lebih baik cabut warga negara,” kata Syekh Ali Jaber kala itu.

Related posts