Perjuangan Kakek Penambal Ban Menabung hingga Akhirnya Naik Haji

Berbagisemangat.com – Kakek penambal ban, Safuan Aziz (64) tak bisa menyembunyikan senyum semringahnya karena tak lama lagi berangkat haji bersama istrinya. Dia pun menceritakan perjuangannya menabung dan menjual hartanya untuk bisa ke Tanah Suci.

Niatnya ke tanah suci ada sejak tahun 2008 silam. Dengan niat kuat itu, Safuan selalu menyisihkan uang hasil tambal ban dan menjual bensin eceran kemudian diberikan ke istri untuk di simpan.

“Jadi saya tidak tahu sehari berapa, tidak pernah dihitung, yang penting saya ikhlas,” ujar Safuan saat ditemui di kios tambal ban miliknya beberapa waktu lalu.

“Menabungnya di rumah, tidak di bank,” imbuh Safuan.

Kakek Safuan bersama istrinya.
Kakek Safuan bersama istrinya. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Sang istri ternyata juga ikut menabung dari hasil kerja di pabrik dan tahun 2010 uang sudah lumayan terkumpul dan bisa untuk mendaftar haji. Tapi Safuan mengurungkan niatnya itu.

“Tahun 2010 mau mendaftar sendiri, tapi saya belum mau, rumah tangga kan ada bapak dan ibu, kalau berangkat sendiri kurang afdol,” ujarnya.

Menabung pun dilanjutkan dan ternyata hanya setahun saja, Safuan sudah berani mendaftarkan diri dengan istrinya untuk pergi haji. Ia mengaku nekat dan tidak memikirkan bagaimana cara pelunasan sisanya.

“2011 saya mulai daftar, tidak mikir dari mana uang pelunasannya,” pungkas Safuan.

Perjuangan Kakek Penambal Ban Menabung hingga Akhirnya Naik Haji
Istri Safuan yang juga akan berangkat haji. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Sembari menabung, Safuan ternyata juga harus merelakan motornya untuk dijual agar pembayaran lunas. Namun hal itu tidak masalah baginya karena sebagai gantinya bisa menjalankan ibadah ke tanah suci dengan istri tercinta.

“Alhamdulillah kita menabung sedikit demi sedikit dan akhirnya bisa dipanggil ke sana,” tutup Safuan.

Related posts