Perjuangan Pelukis Cirebon Pertahankan Eksistensi

Berbagisemangat.com – Keberadaan seniman daerah menjadi salah satu faktor perkembangan daerah dalam menjaga dan melestarikan seni budaya, termasuk Cirebon.

Seperti yang dilakukan para Pelukis Cirebon. Mereka beraksi menarik perhatian pengunjung dalam goresan kanvas. Aksi mereka dilakukan langsung di lokasi.

“Tanpa ada rencana matang kami langsung terjung ke lapangan melukis suasana malam di Cirebon,” kata Wakil Ketua Bengkel Pelukis Militan Indonesia (BPMI) wilayah Cirebon, Wong Artha, Sabtu 18 November 2018 malam.

Sedikitnya 10 pelukis gabungan dari Cirebon dan Bandung mengubah suasana akhir pekan menjadi berbeda. Melukis suasana malam di perempatan jalan Gunung Sari Kota Cirebon.

Di lokasi tersebut, terdapat bangunan tua yang masih tegak berdiri dan dihuni. Aksi mereka menarik perhatian pengunjung yang tengah menikmati suasana malam minggu.

“Kami akui Cirebon pusat seni dan budaya di Jawa Barat bahkan tingkat nasional. Kami bersama pelukis Bandung datang melukis bersama,” ujar dia.

Aksi tersebut sebagai bagian dari bentuk eksistensi pelukis Cirebon kepada masyarakat. Dia mengaku, geliat seni lukis di Cirebon tengah mengalami kemunduran.

Wong menjelaskan, kemunduran tersebut lantaran minim promosi dari kalangan pemerintah itu sendiri. Bahkan, para Pelukis Cirebon merasa hanya sebagai pelengkap.

“Kalau untuk seni lain mereka punya nama dan wadah bahkan selalu eksis sementara di bidang seni lukis kami selama ini merasa Pelukis Cirebon harus terus berjuang,” ujar dia.

Wong mengatakan, dulu seni lukis menjadi salah satu barometer para seniman dari luar Cirebon. Namun, seiring berkembangnya zaman, seni lukis terkesan ditinggalkan.

“Cirebon punya seni lukis kaca mas dan dari perjalanan sejarahnya lukis kaca diinisiasi oleh seniman Cirebon tapi sekarang redup,” kata dia.

Dia mengatakan, sebagian besar seniman lukis kaca asal Cirebon beralih ke kanvas. Dia mengaku, peralihan tersebut karena berbagai pertimbangan.

Salah satu faktor utama adalah kekhawatiran saat melayani pesanan ke luar kota. Tidak sedikit konsumen kecewa karena saat pengiriman melalui jasa paket datang dalam kondisi kacam sudah pecah.

“Konsumen juga menyadari dan akhirnya mereka meminta pindah ke kanvas perlahan kami pindah ke kanvas,” ujar dia.

Dia menyebutkan, dulu jumlah seniman lukis kaca di Cirebon mencapai 400 orang. Hampir setiap bulan melahirkan regenerasi baru seniman lukis kaca.

Namun, sejak tahun 2007 hingga saat ini, geliat pelukis kaca Cirebon mulai terlihat menurun. Para seniman juga mengaku kesulitan mencari generasi penerus yang serius.

“Sisa pelukis kaca cirebon sekitar 10 orang dari awalnya 50-70 orang termasuk saya, sekarang beralih ke media lain kanvas,” ujar dia.

Dia mengatakan, masa kejayaan seni lukis kaca Cirebon hanya bertahan di tahun 2000. Saat itu, para pelukis masih hilir mudik menggelar berbagai festival hingga ikut pameran di luar kota bahkan luar negeri.

“Sekarang cari yang mau serius saja sudah selain itu secara keseluruh kondisi seniman sendiri khususnya di Cirebon seperti tidak memperlihatkan kebersamaan. Selama ini kami menganggap vakum berkesenian dan baru hari ini eksis,” kata dia.

Related posts