Pipi Dicium dan Dipeluk Syekh Ali Jaber, Berikut Keberkahan Bocah Pemulung Baca Al Quran di Jalanan

Berbagisemangat.com – Sederet keberuntungan bocah pemulung yang membaca Al Quran, Muhammad Ghifari Akbar (16) di pelataran toko yang berlokasi di Jalan Braga, Kota Bandung.

Keberuntungan ini didapatkannya setelah sosoknya viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Akbar kini mendapatkan rezeki nomplok berupa diangkat jadi anak Syekh Ali Jaber.

Dilansir TribunJakarta dari TribunJabar, Akbar berkesempatan bertemu langsung dengan Syekh Ali Jaber pada Rabu (11/11) bertepatan dengan agenda tausiah di musliman center.

Kehadiran Muhammad Ghifari Akbar tentu menjadi kejutan bagi Syekh Ali Jaber karena ia sebenarnya telah memiliki agenda untuk mendatangi bocah tersebut di Garut.

Tak hanya itu, Syekh Ali Jaber mencium pipi dan kepala Akbar serta memeluknya kembali.

Kemudian, Muhammad Ghifari Akbar itu diminta membacakan surat Al Fatiha.

Syekh Ali Jaber duduk di samping Akbar.

Lantunan suara merdu Akbar meluluhkan hati Syekh Ali Jabar yang tak bisa menahan air mata.

Akbar mengakui tak menyangka bisa bertatap langsung dengan Syekh Ali Jaber apalagi sampai dipeluk dan dicium.

“Ketemu Syekh Ali Jaber perasaannya senang sekali, tidak menyangka. Saya kira ini mimpi, ternyata ini kenyataan,” ucap Akbar.

Akbar mengaku merasa terharu juga bisa langsung bertemu dengan Syekh Ali Jaber.

Ia pun sempat mendengar soal kabar bahwa ia akan dijadikan anak angkat dan berangkat umrah bersama Syekh Ali Jaber.

“Katanya memang mau dijadikan anak angkat dan diumrahkan. Tapi belum tahu kapan. Saya ketemu dengan Syekh saja sudah bahagia. Saya akan mendoakan yang terbaik buat Syekh Ali Jaber, semoga selalu dilindungi Allah SWT,” ujar Akbar.

Dalam program berita TVOne, Syekh Ali Jaber mengungkapkan niatnya untuk menjadikan Akbar sebagai anak angkatnya.

“Kemarin waktu live di TV ngobrol sama Syekh Ali Jaber. Alhamdulillah diajak umrah,” ucap Akbar, Senin (9/11/2020).

Akbar mengaku tak menyangka akan diajak umrah.

Bahkan sampai diangkat sebagai anak asuh.

Kabar itu membuatnya bersyukur.

“Sudah nyiapin barang-barang sama persyaratan umrah. Mau banget (umrah). Paspor nanti disiapin sama Syekh Ali Jaber,” ujarnya.

Akbar rencananya akan memenuhi undangan Syekh Ali Jaber di Bandung untuk berbincang lebih lanjut.

Ia masih menunggu kabar kepastian pertemuan itu pada hari ini.

Akbar sangat bersyukur dan berterima kasih atas segala bantuan dari semua pihak.

Ia juga semakin berkomitmen untuk menimba ilmu agama.

Akbar bersama keluarganya juga telah menentukan pilihan pesantren yang akan menjadi tempatnya belajar.

Pesantren yang dipilihnya yakni Pesantren Al Ihsan yang berada di Bandung.

“Sekarang ingin umrah dulu. Baru nanti ke pesantren,” katanya.

Selama hidup di jalanan, ada yang amanat kakek nenek yang selalu bergengsi.

Pesan tersebut ialah shalat dan membaca kitab suci.

“Pesan emak (nenek) sama ayah cuma salat lima waktu dan baca Al Quran,” tutur dia.

Kebiasaan itu merasa aman selama berkelana di jalanan.

Maka tak heran, Akbar pun terpotret sedang membaca Quran di toko saat sedang memulung.

Akbar sendiri mengaku memang tidak betah di rumah, termasuk rumah tempat tinggal ayahnya yang tidak jauh dari rumah kakek dan neneknya.

Setelah bertahun-tahun mencari ibunya, Akbar pun saat ini seperti putus asa dan tidak lagi berharap bisa bertemu perempuan yang melahirkannya itu.

“Enggak mau (ketemu ibu), biarin aja kalau memang dia mau ketemu ya datang ke sini,” katanya.

Selama lebih dari lima tahun hidup di jalanan, Akbar mengaku sudah pernah pergi sampai ke Jawa Tengah dan Lampung.

Selama itu, ia selalu sendiri dan hanya berbekal sebuah sarung, baju yang dipakainya, dan Al Quran.

Artikel : Tribunnews

Related posts