Pria ini Bayar Uang Cerai Senilai Ratusan Juta dengan Recehan, Alasannya Bikin Ngenes

Berbagisemangat.com – Perceraian adalah jalan keluar terakhir bagi pasangan yang tidak lagi bisa hidup bersama. Begitu juga dengan Hermi Setyowati dan Dwi Susilarto. Tak berpisah baik-baik, rupanya sang istri juga menggugat suaminya dengan tuntutan uang senilai 178 juta rupiah. Dan ternyata, pengadilan Agama Karanganyar, Jawa Tengah mengabulkan tuntutan tersebut.

Namun, siapa sangka jika proses sidang tersebut sempat jadi viral di sosial media. Hal itu karena Dwi memutuskan untuk membawa uang tuntutan tersebut dalam bentuk recehan. Alhasil, uang yang dibawa ke pengadilan pun sampai berkarung-karung. Berikut ini adalah kisah nyeleneh selengkapnya.

Belasan karung berisi uang receh

uang receh [sumber gambar]

Menyanggupi tuntutan pengadilan, akhirnya Dwi benar-benar datang membawa uang senilai 178 juta. Uang dengan nilai ratusan juta tersebut dibawa langsung ke pengadilan dalam bentuk recehan. Dengan dikemas menggunakan karung tepung, Dwi memasukkan uang 152 juta dalam bentuk pecahan perak 1000-an ke dalam 15 karung. Sementara 25 juta sisanya dibayar dengan uang pecahan 2000, 5000, 10.000 hingga 100.000. Meski recehan, namun negara tetap mengakui dan mengesahkan pembayaran tersebut. Ya, apa pun bentuknya, yang penting nilainya kan ya.

Pengadilan menaikkan tuntutan sampai 400%

Uang cerai [sumber gambar]

Dalam proses tuntutan mantan istri yang pertama, sebenarnya Hermi hanya meminta 43 juta. Namun, siapa sangka jika pengadilan justru meningkatkan nilai tuntutan tersebut sampai 400% hingga mencapai 178 juta. Hermi mengaku jika ia menggugat cerai suaminya karena sudah tidak dinafkahi selama sembilan tahun. Keputusannya untuk menuntut sang suami juga dirasa cukup benar, namun pengadilan ternyata memiliki kebijakan tersendiri dengan melipat gandakan tuntutan.

Ternyata uang tersebut berasal dari menggalang dana

Uang receh [sumber gambar]

Diketahui jika profesi sehari-hari Dwi merupakan seorang pegawai PNS di lingkungan kantor kabupaten Karanganyar. Dwi sendiri mengaku jika ia merupakan pegawai rendahan yang gajinya tak seberapa. Dwi juga sempat kebingungan saat harus membayar uang tuntutan tersebut. Sejumlah teman Dwi yang mendengar masalah tersebut akhirnya menggalang dana untuk pria tersebut, dan ternyata donasi yang ia dapatkan kebanyakan dalam bentuk uang receh.

Istri kesal, meski tetap terima uang tersebut

Butuh waktu lama untuk menghitungnya [sumber gambar]

Dengan menggunakan troli, Dwi membawa belasan karung uang receh tersebut ke pengadilan. Sempat terlibat cekcok antara Hermi dan Dwi akibat keputusan untuk membawa uang receh tersebut. Pasalnya, Hermi merasa terhina dengan uang yang diberikan oleh mantan suaminya. Hermi mengatakan jika ia telah diperlakukan sebagai pengemis. Kendati demikian, Hermi tetap menerima uang tuntutan tersebut. Dwi sendiri mengaku jika ia membayar dengan receh bukan dengan niat ingin melecehkan pihak penggugat.

Related posts