Saudi Keluarkan Penambahan Daftar ‘Teroris’ 5 Hari setelah Kunjungan Amerika

Berbagisemangat.com – Dua entitas dan 11 individu telah ditambahkan ke daftar teror yang mendukung kelompok teroris Daesh/ISIS dan al-Qaeda, kutip Anadolu Agency, Rabu (25/10/2017) dari kantor berita Arab Saudi yang melaporkan pada hari yang sama.

Saudi Press Agency (SPA) melaporkan bahwa sanksi akan dikenakan pada para “pemimpin, pemodal, dan fasilitator dari ISIL di Yaman dan al-Qaeda di Semenanjung Arab” (AQAP).

“Tindakan ini diambil dalam kemitraan dengan Amerika Serikat, sebagai ketua-bersama dari International Terrorist Financing Targeting Center (Pusat Penyasaran Pendanaan Teroris Internasional/TFTC) yang baru didirikan, dan juga termasuk dengan negara-negara anggota TFTC lainnya,” demikian SPA melaporkan.

Gerakan yang diambil pada Rabu ini adalah “tindakan kolektif pertama yang diambil oleh TFTC”, kata laporan itu.

TFTC dibentuk di bulan Mei selama kunjungan Presiden Donald Trump ke Arab Saudi dan bertujuan untuk memperkuat kemitraan antara AS  dengan Negara-Negara Teluk, menurut kantor berita tersebut.

“Sebagai hasil dari penetapan hari ini, semua properti dan setiap aset lainnya milik orang- orang ini yang berada di bawah wilayah hukum Arab Saudi diblokir, dan warga negara dan penduduk Saudi secara umum dilarang terlibat dalam transaksi dengan mereka,” tambah laporan itu. 

Ahad (22/10/2017), Menlu AS Amerika Serikat Rex Tillerson menemui Raja Salman di Riyadh. Raja Saudi Salman bin Abdulaziz mengadakan pembicaraan dengan  Rex Tillerson di Riyadh,  membicarakan hubungan bilateral dan perkembangan di kawasan, lapor SPA.

Tillerson tiba di Riyadh pada Sabtu untuk melakukan tur kawasan, termasuk ke Qatar.

Pertemuan ini adalah kunjungan kedua Tillerson ke Arab Saudi dan Qatar dalam empat bulan terakhir sebagai upaya menyelesaikan krisis teluk setelah Riyadh bersama Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha.

Mei lalu, pasca kunjungan Presiden Donald Trump ke Saudi, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar mengeluarkan daftar teroris dan  mengeluarkan 13 tuntutan.

Sebanyak 59 individu dan 12 kelompok masuk ke dalam daftar ‘teroris’ yang dibuat Saudi, dengan tuduhan mendapatkan aliran dana dari Qatar. Daftar yang dirilis pada Kamis, Juni 2017, juga memasukkan pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin, Syeikh Yusuf al-Qaradhawi.

Sementara di antara 13 tuntutan adalah; meminta menutup media-media berpengaruh di Timur Tengah mencakup Arabi21, Rassd, Al-Araby Al-Jadid dan Middle East Eye juga stasiun televisi terbesar di Arab, Aljazeera, juga  meminta mengusir militer Turki di Qatar, Tutup Aljazeera.

Related posts

Leave a Comment