Seorang Ibu Membuat Tiruan Tanda Lahir sang Putra di Wajahnya Sebagai Bentuk Dukungan

Berbagisemangat.com – Seorang ibu membuat replika tanda lahir di wajahnya agar serupa dengan wajah putranya.

Enzo Cestari, yang kini berusia satu tahun lahir dengan tanda lahir berwarna gelap yang menutupi sebagian dahinya.

Tanda lahir itu membentang dari dahi hingga menutupi hidungnya.

Namun ibunya yang diketahui bernama Carolina Giraldelli (26) dari Caceres, Brasil bersumpah tidak akan menyembunyikan ketidaksempurnaan itu.

Dilansir dari laman Independent (21/5/2018), Carolina sempat merasa kesulitan saat orang-orang di sekelilingnya memberikan tatapan aneh kepada putranya.

Tatapan itu seolah menandakan rasa kasihan, penghinaan, ketakutan dan terkadang jijik.

Saya akui selama beberapa waktu sangat sulit untuk melihat dan merasakan mata masyarakat yang berkedip-kedip ke arah anak saya dengan tatapan kasihan, penghinaan, ketakutan dan terkadang jijik”, katanya kepada Independent.

Namun, meski hal itu tidak mudah, Carolina dan suaminya bertekad bahwa mereka akan bertindak normal dan selalu menunjukkan keadaan yang apa adanya.

Ia justru menganggap tanda lahir ini sebagai keunikan yang dimiliki putranya dan tidak dimiliki orang lain.

Sebagai upaya untuk merayakan keunikan putranya, Carolina pun meminta temannya untuk membuat tiruan tanda lahir Enzo di wajahnya.

Ia berharap, dengan memakai riasan tiruan tanda lahir yang dimiliki Enzo, Carolina bisa lebih memahami apa yang dirasakan putarnya.

Ketika saya tiba di rumah, reaksi Enzo sangat menyenangkan meskipun dia tidak sepenuhnya mengerti“, ungkapnya.

Caroline juga mengatakan jika ada beberapa orang yang memandangnya dengan berbeda.

Beberapa orang memandangku dengan banyak penampilan berbeda, tapi aku sangat tenang karena aku merasa seperti ibu paling bangga di dunia”, ujarnya.

Enzo lahir pada bulan Mei 2017 melalui operasi caesar setelah hasil scan menunjukkan bahwa umbilicalnya melilit lehernya.

Awalnya, Carolina sempat mengira jika tanda lahir di wajah putranya adalah ‘kotoran’.

Namun, setelah dia menyadari bahwa itu adalah tanda lahir, Caroline bersyukur karena bayinya tetap terlahir dalam keadaan sehat.

Sejak saat itu, ia tahu jika ia harus menjadi sosok yang lebih kuat, tidak takut dan berani membantu Enzo mengatasi hambatan yang mungkin akan dihadapi ketika ia tumbuh besar.

Related posts