Suami Tak Mau Bekerja, Seorang Ibu Rela Jadi Kuli Bangunan Demi Anak Tetap Sekolah

Demi anak, apapun akan dilakukan oleh orangtua. Itulah yang dilakukan oleh Suharmi. Ia rela kerja sebagai kuli bangunan demi bisa membiayai anak-anaknya sekolah. Ia tidak ingin anaknya putus sekolah.

Selama 15 tahun, Suharmi mengaku diperbudak oleh mantan suaminya. Lantaran sang suami tidak mau bekerja, hingga akhirnya ia harus turun tangan membiayai keluarganya.

“Mantan suami saya orang gila. Dia ga ngebolehin anak-anaknya bercanda. Bercanda dikit langsung ditreakin/pukulin. Pernah saya dipukul dan ditendang mantan suami saya sampe darah saya muncrat ke pipi anak saya. Saya dihajar gara-gara telat pulang abis nguli. Rasanya tuh kaya ada luka koreng di hati yang belum sembuh sampe sekarang kalo inget dia. Tapi ya ga semua luka bakal sembuh, mas. Saya sekarang bersyukur aja anak-anak saya udah aman dari kekerasan.”ujar Suharmi kepada proud.project.

Sang suami merupakan kuli bangunan, karena malas bekerja, akhirnya pekerjaan sang suami ia yang menjalaninya. Namun, saat anaknya duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), sang anak tak kuasa melihat ibunya dikasari oleh ayahnya dan kerja sebagai kuli bangunan. Anak itu memilih untuk putus sekolah.

“Aku gak kuat liatin ibu udah dikasarin ayah dan harus kerja nguli untuk bayarin sekolah. Aku putus sekolah aja,” begitu kata si anak.
Padahal, menurut Suharmi, bekerja sebagai kuli bangunan tidak masalah asal sang anak tetap sekolah.

“Saya sudah bilang kalo saya ngga apa-apa. Tapi dia tetep putus sekolah karena gak kual lihat saya nguli. Padahal, jujur saya lebih mending capek-capek nguli daripada ngeliat anak saya gak sekolah,” tutur Suharmi.

Sumber indozone.id

Related posts