Swalayan Ini Jual Barang Sedekah untuk Bangun Islamic Center

Berbagisemangat.com – Cara tak biasa dilakukan Baitul Mal Yayasan al-Muthi’in untuk mencukupi kebutuhan pembangunan Islamic Center Masjid al-Muthi’in di Bantul, DIY. Mereka membuka usaha toko swalayan yang menjual barang sedekah masyarakat.

Nantinya, hasil penjualan dari swalayan ini akan digunakan untuk pembangunan Islamic Center Masjid al-Muthi’in di Dusun Wonocatur, Desa Banguntapan, Bantul.

Pantauan detikcom, toko yang lebih menyerupai swalayan tersebut dinamai ‘Super Market Shodaqah Islamic Center al-Muthi’in’. Bagian depan swalayan terpampang berbagai macam baner, salah satunya bertuliskan ‘100 persen sale to shodaqah’.

Super Market Shodaqah Islamic Center al-Muthi'in.
Super Market Shodaqah Islamic Center al-Muthi’in. Foto: Usman Hadi/detikcom

Sementara di bagian dalam swalayan terdapat dua jenis barang, yakni barang baru dan barang layak pakai. Barang baru yang dijual seperti mukena, kerudung, baju dan kaca mata. Untuk barang layak pakai ada sepeda motor dan perabotan rumah tangga.

Sepeda motor yang dijual juga tak sembarangan, ada sepeda motor merek Ninja, CBR 150 R dan KLX Kawasaki. Lalu, ada peralatan elektronik seperti mesin cuci, piano, kipas angin, televisi. Selanjutnya juga ada sepatu, kursi, lemari, koper, tas, baju dan lainnya.

Super Market Shodaqah Islamic Center al-Muthi'in di Bantul.
Super Market Shodaqah Islamic Center al-Muthi’in di Bantul.
Foto: Usman Hadi/detikcom

Ketua Baitul Mal Yayasan al-Muthi’in, Sudi Utomo (62) mengatakan, swalayan berkonsep sedekah ini telah dibuka sejak 17 Desember 2017 lalu. Idenya berasal dari Ketua Tim Satgas Penggalangan Dana Islamic Center Masjid al-Muthi’in, Indra Candra.

“Barang sedekah kita terima dari lingkungan sekitar. Pertama kali yang punya ide Pak Candra. Kalau kami (pengelola baitul mal) hanya melaksanakan tugas dari yayasan,” kata Sudi saat ditemui wartawan di toko swalayan sedekah Islamic Center, Rabu (11/4/2018).

Barang-barang yang dijual di Super Market Shodaqah Islamic Center al-Muthi'in.
Barang-barang yang dijual di Super Market Shodaqah Islamic Center al-Muthi’in.
Foto: Usman Hadi/detikcom

Sudi menjelaskan, swalayan yang dijalankan Baitul Mal Yayasan al-Muthi’in beroperasi setiap hari. Untuk membantu operasional toko, terdapat lima relawan yang dengan senang hati membantu.

“Barang baru di sini itu dari distributor yang titip, keuntungan 20 persen dari omset untuk kami. Ada juga yang titip ke kami, pembagian hasilnya tergantung akad. Untuk barang layak pakai di sini itu full sedekah,” ungkapnya.

Dia menegaskan, barang sedekah yang dijual di swalayan ini hasilnya akan dipakai untuk pembangunan Islamic Center Masjid al-Muthi’in. Sampai saat ini, swalayan ini telah berhasil mengumpulkan Rp 250 juta dari hasil penjualan.

Barang dagangan di Super Market Shodaqah Islamic Center al-Muthi'in.
Barang dagangan di Super Market Shodaqah Islamic Center al-Muthi’in.
Foto: Usman Hadi/detikcom

“Partisipasinya masyarakat juga besar dalam menyedekahkan barangnya. Bahkan ada yang sedekah dari Jakarta, Ponorogo dan Cilacap. Biasanya kalau ada yang ingin bersedekah kami yang ngambil barangnya,” lanjutnya.

Untuk minat masyarakat membeli barang di swalayan ini juga cukup besar. Menurut Sudi, hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang membeli barang di swalayan ini.

“Ya semoga dengan adanya ini pembangunan Islamic Center Masjid al-Muthi’in cepat selesai. Pembangunan Islamic Center sendiri butuh dana sekitar Rp 7 miliar, sekarang baru terkumpul sekitar Rp 900 juta,” pungkas dia.

Related posts