Tak Kalah dengan Haikal, Hacker Asal Pasuruan Ini Sukses Membuat Google Bertekuk Lutut

Berbagisemangat.com – Dunia hacking atau atau keamanan teknologi di dunia maya, memang menjanjikan banyak hal bagi pelakunya. Selain mendapat ilmu dan pengalaman, uang yang melimpah juga bakal diterimah oleh mereka yang berkecimpung di dunia tersebut. Setelah heboh dengan kasus Haikal yang sukses bobol ratusan situs, kini muncul nama lain yang tak kalah sangarnya.

Dia adalah M. Nosa Sandi Prasetyo atau akrab disapa Nosa. Dilansir dari kumparan.com, dirinya sukses menjebol celah keamanan milik Google yang ditemukannya. Sebagai seorang pencari bug (bug hunter), prestsinya itu tergolong luar biasa. Padahal, Nosa adalah lulusan SMA di jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial yang sama sekali ada hubunganya dengan dunia komputer. Kok bisa ya?

Sosok cerdas yang tertarik dengan dunia komputer

Lelaki kelahiran 30 September 1999 itu, sejatinya memang telah memiliki minat yang besat di bidang IT. Dilansir dari kumparan.com, ia awalnya menyukai program game saat masih duduk di bangku SD. Saat beranjak ke Sekolah Menengah Pertama, barulah dirinya mengenal dunia software dan seluk beluknya. Bahkan, Nosa berhasil menciptakan sebuah virus komputer sederhana pada saat itu.

Lulusan SMA yang ahli menjebol keamanan sebuah situs dan program komputer

 

Nosa dalam sebuah acara bersama teman-temannya [sumber gambar]

Dari sini, kemampuannya terus diasah hingga Nosa duduk di bangku SMA. Saat itu, dirinya telah memiliki keahlian dalam membuat kode program untuk menjalankan perintah tertentu. Dilansir dari kumparan.com, keahliannya itu pernah digunakan untuk membobol sebuah akun rapor online dan akun ujian berbasis Android. Hal ini terjadi setelah dirinya berhasil menemukan sebuah celah keamanan (bug) pada program tersebut. Teknik inilah yang terus dikembangkan oleh Nosa hingga membuat Google membayar dirinya.

Berhasil selamatkan Google dan mendapat hadiah

 

ProgramGoogle Vulnerability Reward yang diikuti Nosa [sumber gambar]

Berhasil menemukan bug di berbagai program, Nosa tertantang untuk menemukan celah sensitif milik raksasa internet, Google. Percobaan pertamanya diaplikasikan pada Maret 2018 dengan menggunakan browser Internet Explorer dan Mozilla Firefox. Sumber dari kumparan.com mengatakan, laporan awal yang ia kirim ditolak mentah-mentah oleh Google karena dianggap tak memenuhi syarat. Tak menyerah, ia kembali melakukan eksperimen namun dengan cara berbeda. Tak disangka, laporan bug-nya diapresiasi oleh Google dan memberinya hadiah berupa uang sebesar US$ 7.500. Nosa pun semakin bersemangat menekuni bidang tersebut.

Ditolak masuk ke perguruan tinggi saat ingin mengambil jurusan IT

 

Talenta cerdas yang ditolak masuk Perguruan Tinggi negeri [sumber gambar]

Sayang, keterampilan Nosa di bidang IT kurang mendapat angin segar dari dunia pendidikan. Dilansir dari kumparan.com, ia ditolak masuk ke Perguruan Tinggi Negeri saat hendak mengambil jurusan IT. Alasannya pun cukup sederhana. Ia gagal karena jurusan tersebut hanya dikhususkan untuk mereka yang berlatar belakang lulusan IPA. Nosa yang alumni kelas IPS, akhirnya merelakan kesempatan tersebut.

Ingin menjalani profesi sebagai bug hunter sukses

 

Ingin menjadi pengangguran sukses dengan keahliannya [sumber gambar]

Berbekal pengalamannya menemukan celah keamanan di Google, Nosa kini semakin rajin menekuni profesi sebagai bug hunter. Isu yang terkait seperti terkait security engineering, menjadi santapan sehari-hari dirinya saat di depan layar komputer. Bahkan, pemuda asal Bukir, Kota Pasuruan berniat ingin menjadi pengangguran sukses dari hasilnya sebagai bug hunter. Keren ya Sahabat Boombastis!Selama ada niat dan kemauan, apa yang selama ini dianggap mustahil pasti bisa dikerjakan denga baik. Sama halnya dengan yang dilakukan oleh Nosa di atas. Sempat ditolah masuk kuliah dan berlatar belakang pendidikan sosial, dirinya sukses menjadi seorang ahli IT yang mencari kelemahan perusahaan sekelas Google.

Related posts