Tak Kenal Lelah, Pemulung Ini Ikhlas Perbaiki Jalan yang Rusak selama 2 Tahun dengan Uang Sendiri

Aksi pemulung asal Sukaharjo bernama Mulyadi ini berhasil menyentuh hati banyak orang. Pasalnya, sudah sekitar dua tahun ini ia menyisihkan pendapatannya dari memulung barang bekas demi bisa menambal jalan di daerah Gumpang, Kartasura.

Dikutip dari kumparan.com, pria 45 tahun ini berasal dari Desa Mayang, Kecamatan Gatak, Kelurahan Mayang, Sukaharjo. Sudah sekitar dua tahun ini Mulyadi melakukan aksi mulianya menambal jalan kecil yang berlubang di depan Goro Assalam daerah Gumpang, Kartasura.

Ia menambal jalan itu dengan menggunakan uang hasil memulungnya setiap hari. Dari hasil memulungnya yang berkisar antara Rp. 30 ribu sampai Rp. 40 ribu, Mulyadi menyisihkan sebagian uangnya untuk membeli semen.

Semen itulah yang kemudian ia gunakan untuk menambal jalan berlubang yang ada di daerah Gumpang, Kartasura.


Ternyata, ada alasan mulia dibalik aksi Mulyadi ini. Pria baik hati ini mengungkap jika ia melakukan semua ini agar tak ada orang yang mengalami hal serupa dengan dirinya.

” Saya dulu kan pernah jatuh di wilayah yang saya bersihkan itu. Hati saya kemudian terbuka jangan sampai orang lain jatuh,” terang Mulyadi yang dilansir dari Kumparan.

” Saya punya pikiran kalau saya mau nolong orang pakai harta, saya enggak punya harta. Saya kan punyanya hanya tenaga,” sambungnya.

Mulyadi juga menambahkan jika jalan kecil itu, setiap musim penghujan mengakibatkan air tak bisa mengalir dan bisa menyebabkan orang jatuh. Pria ini mengatakan jika dirinya sudah menambal jalan di Goro Assalam itu selama dua tahun.

” Saya itu menambal sudah hampir dua tahun, sekarang kondisi sebagian jalannya masih berlubang tapi sebagian lagi jalannya sudah saya tambal,” imbuh Mulyadi menceritakan keadaan jalannya saat ini.

Aksi mulia Mulyadi nyatanya tak sampai di situ saja, ia juga membersihkan rumput-rumput liar yang berada di pinggir jalan itu agar saat banjir, rumput itu tak menghalangi jalannya air.

Selain itu, nyatanya selama ini Mulyadi juga menderita maag yang harus ia tahan saat memulung demi bisa membeli semen dan jajan sang anak.

” Saya sebenarnya kalau mencari rongsok itu menahan sakit maag. Tapi kalau tidak saya paksa, nanti buat anak saya jajan sama beli semen setiap hari tidak ada,” pungkasnya.

Mirisnya, karena sakitnya itu kadang ada saja yang mengira bahwa itu hanya modus Mulyadi untuk mencari uang. Tapi, hal itu ditepis olehnya dan menjelaskan memang selama ini ia menderita penyakit tersebut.

Sehat-sehat terus ya untuk pak Mulyadi. Semoga selalu dilancarkan rezekinya

Related posts