Tarif Baru Ojol Berlaku 1 Mei, Bagaimana Persiapan Go-Jek dan Grab?

Berbagisemangat.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memanggil aplikator ojek online sebelum penerapan tarif baru Go-Jek dan Grab pada 1 Mei 2019.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Darat) Budi Setyadi mengatakan, sebelum penerapan 1 Mei, Kemenhub ingin mendengar kesiapan aplikator. Sekaligus juga meberikan arahan mengenai tarif baru yang diusulkan pemerintah.

“Ini saya mau undang mereka semua sebelum tanggal 1 Mei untuk persiapan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Selama persiapan, para aplikator sudah melakukan perhitungan algoritma mengenai tarif yang akan diterapkan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan pemerintah.

“Mereka harus menyesuaikan algoritmanya, kemudian masyarakat harus kita kasih tau juga untuk persiapan nanti akan diatur tarifnya,” jelasnya.

Dirinya juga akan menanyakan mengenai kesiapan shelter. Pemerintah memang sudah menugaskan kepada aplikator untuk membangun shelter agar lebih tertata rapih dan tidak mengganggu lalu lintas.

“Selain itu juga kita kan ada beberapa kesiapan dari misalnya kesiapan shelter dibeberapa tempat,” jelasnya.

Budi menambahkan, sisa beberapa hari ini akan dimanfaatkan pemerintah untuk kembali melakukan sosialisasi tarif baru ojek online. Sehingga masyarakat bisa memahami dan mengetahui mengenai tarif baru ojol ini.

“Jadi misalnya kita ada waktu menyelesaikan dari tanggal 1 Mei baik aplikator untuk bisa memahami,” jelasnya.

Mengenai perhitungan tarifnya, lanjut Budi, nantinya yang diterima oleh driver akan dipotong 20% untuk aplikator. Akan tetapi tarif yang dikenakan kepada konsumen tidak boleh di bawah batas bawah yang ditetapkan oleh pemerintah

Adapun tarifnya adalah untuk Zona 1 dikisaran Rp1.850 hingga Rp2.300 per km nett untuk pengemudian. Sementara biaya jasa minimal yang diterima pengemudi adalah Rp7.000 hingga Rp10.000 per 4 km.

Sementara untuk zona kedua adalah tarif yang didapatkan oleh pengemudi yakni Rp2.000 hingga Rp2.500 per km. Adapun biaya jasa minimalnya yakni Rp8.000 hingga Rp10.000 per 4 km.

Lalu terakhir zona ketiga adalah Rp2.200 hingga Rp2.600 per km. Adapun biaya jasa minimalnya adalah Rp7.000 hingga Rp10.000 per 4 km.

Related posts