Tempat Nasi Gratis DI Bandung, Siapa Saja Boleh Isi Atau Ambil

Berbagisemangat.com – Sebuah etalase makanan yang bertuliskan Tempat Nasi Gratis (TNG) di Bandung menjadi pembicaraan masyarakat baik di lingkungan maupun media sosial. Kehadiran TNG dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat Bandung terkhusus yang membutuhkan.

TNG dengan slogan ‘Siapapun Boleh Mengambil, Siapapun Boleh Mengisi’ digagas oleh seorang warga Bandung bernama Rochsan karena motivasi dengan viralnya gerakan serupa di beberapa wilayah.

Sehingga dia bersama rekan-rekannya berinisiatif mengikuti gerakan tersebut di Kota Kembang itu. Diantaranya ada tiga lokasi yakni di Jalan Burangrang, Tatar Wangsakerta Kota Baru Parahyangan, dan Jalan Cibodas Raya Antapani Kidul.

Dalam pantauan JawaPos.com, etalase yang memiliki dua tingkat itu sudah terisi makanan sejak pagi. Beberapa makanan seperti nasi dan lauk pauk juga beberapa roti tersedia di etalase TNG pertama di depan kantor Radio swasta Jalan Burangrang, Bandung.

Beberapa warga terlihat sedang mengambil makanan gratis tersebut. Mulai dari penjual Batagor, tukang parkir, tukang becak, pekerja kebersihan pun turut bergantian mengambil nasi gratis tersebut.

Walaupun bertulis nasi gratis, pengelola TNG di Jalan Burangrang menerima dalam bentuk makanan siap santap. Tak hanya nasi, berbagai makanan seperti roti juga diterima oleh pengelola jika ada warga yang ingin berpartisipasi.

Henrisya KP, 45, seorang pengelola TNG di Jalan Burangrang mengatakan pihaknya akan menerima makanan atau minuman dari masyarakat. Tidak perlu meminta izin pun dengan senang hati diterima.

“Iya jadi formatnya ini adalah rembukan atau udunan dari rekan dan komunitas kakak saya untuk memberikan nasi gratis kepada siapapun yang membutuhkan,” kata Henrisya yang juga adik dari penggagas TNG, Rabu (7/11).

Selaku yang bertanggung jawab atas pengelolaan di Jalan Burangrang setiap pagi sekiranya pukul 10.00 WIB etalase akan diisi dengan beberapa pack makanan berat lengkap dengan minuman. Tidak membatasi dan menarget jumlah makanan perharinya, yang terpenting etalase terisi dan habis oleh masyarakat yang membutuhkan.

Related posts