Terinspirasi dari Koran Bekas Bungkus Nasi, Alfia Menulis Negeri 1000 Pesawat

Berbagisemangat.com – Alfia Kirana Maheswari mungkin tidak menyangka, kebiasaannya membaca koran bekas bungkus nasi mengantarkannya menjadi salah satu pemenang sebuah festival menulis tingkat nasional. Selain itu, dia juga berkesempatan untuk diwawancara di berbagai media.

Bocah 10 tahun juara 2 festival menulis yang akrab disapa Alfia ini, berasal dari sebuah daerah yang jauh dari pusat kota yaitu Desa Dapurno, Wirosari, Grobogan, Jawa Tengah. Mayoritas penduduknya adalah petani

Paman dari Alfia yang hobi menulis ini, Zaenuri menceritakan, akses buku di desanya terbatas. Hanya ada perpustakaan kecil. Mereka pun juga tidak berlangganan koran. Pelajar SDN I Dapurno ini sering membaca dari koran bekas atau di perpustakaan sekolahnya.

“Biasanya kan orang desa beli nasi jagung keliling, bungkusnya kan bungkus koran. Setiap dibuang di sampah diambil,” kata Zaenuri bercerita pada Health Liputan6.com. Ditulis Rabu (24/10/2018). Alfia sendiri terlalu malu untuk diwawancarai.

 

Menangis Karena Belum Bisa Membaca

Zaenuri menceritakan, saat kelas dua SD, Alfia belum lancar membaca seperti teman-temannya. Bahkan, dia sering menangis saat disuruh sekolah.

“Sampai mak-nya (panggilan untuk sang nenek), bingung kenapa setiap berangkat sekolah kok menangis. Ternyata hanya dia yang belum bisa membaca,” tutur Zaenuri.

Namun, hal itu malah membuatnya sering menyalin bacaan yang ada di buku-buku sekolahnya ke buku catatannya.

“Dari situ dia mulai rajin menulis, membacanya lancar. Sekarang, setiap disuruh berhenti menulis, dia enggak mau. Suka-sukanya dia,” kata Zaenuri.

Alfia sendiri tinggal bersama sang nenek. Zaenuri mengatakan, ayah dan ibunya sudah tinggal terpisah. Sementara ayahnya, Joko bekerja serabutan. Sang ibu Siti juga hanyalah seorang buruh pabrik.

 

Kagum dengan Habibie

Kakak sepupunya, yang berkuliah di Yogyakarta suatu hari memberitahukan tentang sebuah festival menulis tingkat nasional. Kesempatan ini segera diambil oleh Alfia.

Saat itu, bocah kelas 4 SD ini baru saja membaca di koran bekas tentang pesawat. Sang kakak mendukung dan membantu proses penulisannya.

Dalam tulisannya, Alfia memilih tema tentang pesawat. Hal itu didasarkan atas kekagumannya dengan Presiden Indonesia ketiga, Bacharuddin Jusuf Habibie yang juga seorang ilmuwan dan pembuat pesawat.

Dia ingin agar Indonesia mampu memproduksi pesawat terbang sendiri. Menurutnya, pesawat yang selama ini terbang di langit Indonesia bukanlah buatan negeri sendiri.

“Di masa mendatang aku ingin Indonesia menjadi negeri 1000 pesawat terbang, negeri pembuat pesawat terbang terbanyak di dunia,” tulis dalam karyanya yang berjudul “Indonesia Menjadi Negeri 1000 Pesawat Terbang” itu.

Tulisannya tersebut benar-benar “menerbangkan” dirinya ke Jakarta. Dia menjadi pemenang kedua Festival Penulis Cilik SIDU 2018. Dia juga mendapat pelatihan menulis, tabungan pendidikan, serta bertemu dengan jurnalis Andy F. Noya.

Related posts