Terinspirasi Tamiya, Pelajar SMKN Bikin Mobil Listrik

Berbagisemangat.com – Berawal dari keresahannya akan polusi kendaraan, Anggi Ramdani dan lima siswa SMKN 1 Lemahsugih, Kabupaten Majalengka berinovasi menciptakan Mobil berbahan bakar listrik. Mobil yang diberi nama “Parikesit Electric Road Vechile (ERV) ini terinspirasi dari mobil mainan tamiya yang memiliki sumber tenaga dari baterai.

Mobil rakitan tersebut pun mencuri perhatian pengunjung yang datang dalam acara Pameran Pendidikan Kejuruan EPITECH XII Jawa Barat yang diselenggarakan di Lapangan Kerkof, Kabupaten Garut, 13-15 November 2018.

Anggi mengatakan, proyek ini dilatarbelakangi dari keresahannya terhadap polusi yang disebabkan oleh penggunaan kendaraan bermotor. “Kita jadi terinspirasi untuk membuat mobil ramah lingkungan, yang go green dan tidak menyebabkan polusi,” ungkap Siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan, Rabu (14/11/2018).

Sedangkan dalam perakitannya, Anggi mengatakan tersinpirasi dari mobil mainan yang ia mainkan sejak kecil, yaitu tamiya yang sumber tenaganya dari baterai.

Proyek Parikesit ini, aku Anggi, sudah dipersiapkan sejak empat bulan lalu untuk dipamerkan dalam ajang EPITECH. “Waktu pengerjaan kurang lebih empat bulan dan memang sengaja dipersiapkan untuk pameran EPITECH,” tuturnya.

Dia menjelaskan, Parikesit ERV ini mampu melaju dengan kecepatan 25 kilometer per jam dan mampu menahan beban sampai 200 kilogram. Kendaraan dengan tipe motor Brushless DC Motor tersebut memiliki daya maksimum sebesar 1000 Watt dengan arus maksimum 20 ampere.

Selain menggunakan baterai sebagai penggerak, bahan yang digunakan untuk body mobil merupakan campuran dari Polyourethane dan dilapisi dengan resin (fiber). “Kita sengaja menggunakan bahan tersebut karena bahan itu mudah dibentuk,” katanya.

Anggi menuturkan Parikesit ERV masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan. Kelak ketika sudah sempurna, akan ada peluang bagi sekolah untuk mulai memasarkan ke masyarakat. “Kita masih perlu berbenah untuk penyempurnaan mobil ini, rencananya seperti penambahan sumber tenaga menggunakan panel surya dan inovasi yang lainnya. Kalau sudah siap, mungkin pihak sekolah mulai bisa memasarkan,” ucap siswa kelas XII tersebut.

Dengan inovasi ini, Anggi berharap dapat merubah pandangan masyarakat tentang sekolah yang berdiri di pedesaan tak lebih baik dengan sekolah di kota. “Kenapa harus milih sekolah yang jauh kalau di sekolah yang (dekat) di desa juga ada sekolah yang bagus yang sudah siap sarana dan prasarana nya,” imbuh Anggi.

Nama Parikesit sendiri diambil dari nama pewayangan. Parikesit merupakan anak dari Abimanyu dan cucu dari Arjuna.

Related posts