Perusahaan Jepang Cari Sopir Taksi Indonesia Karena Miliki Citra Baik

Berbagisemangat.com – Warga Negara Indonesia memiliki citra yang baik di mata orang Jepang. Kini mulai banyak dicari sopir Indonesia untuk taksi Jepang. Dimulai dari sebuah perusahaan taksi besar Jepang yang mempercayakan pencarian sopirnya kepada Amicus Co.Ltd Tokyo Jepang, perusahaan pemasok tenaga kerja dan juga pelatihan tenaga kerja sebelum dipasok ke perusahaan Jepang.

“Kita dulu membantu perusahaan transportasi Jepang untuk penerjemahan. Lalu meluas ke perusahaan pencari sopir taksi itu dan kebetulan mereka mencari sopir taksi Indonesia tentu yang punya SIM Jepang. Lalu kita uruskan lisensi sebagai sopir taksi dan latih dulu di sini sebelum diterjunkan ke perusahaan tersebut,” papar Kousuke Furuya, Operating Officer Amicus Co.Ltd. khusus kepada Tribunnews.com siang ini (24/10/2018).

Menurutnya, citra orang Indonesia baik di Jepang serta rajin bekerja dan penurut apa yang dikatakan sang bos.

“Kita baru mulai mencari sopir Indonesia dan mendapatkan satu orang usia 30 tahunan. Sebelumnya orang Srilanka juga usia 30 tahunan,” tambahnya.

Di masa depan diakuinya, akan semakin banyak dibutuhkan sopir taksi asing di Jepang karena jumlah penduduk jauh semakin sedikit saat ini di Jepang. Furuya mendukung tenaga asing dapat bekerja di Jepang.

“Kalau tidak dibantu tenaga asing tentu akan semakin susah Jepang karena kekurangan manusia. Namun tentu tenaga asing itu perlu kita latih dulu. Itu sebabnya sebelum kita pasok ke perusahaan Jepang kita latih dulu di sini, menjelaskan mengenai sopan santun di tempat kerja dan sebagainya karena budaya orang asing berbeda dengan budaya Jepang.”

Bagaimana dengan perbedaan agama, terutama orang Indonesia mayoritas Islam?

“Kita beritahukan ke perusahaan Jepang, jelaskan dulu semua mengenai Indonesia dan kebiasaan pemeluk agama Islam. Demikian pula kita jelaskan kepada tenaga kerja yang beragama Islam untuk menyesuaikan diri dengan situasi kondisi kerja yang ada di Jepang. Ternyata tidak ada masalah tuh semua berjalan lancar.”

Pihak Amicus memang telah merekrut misalnya warga Uzbekistan yang beragama Islam dan ternyata tak ada masalah untuk sebuah restoran Jepang.

“Selain itu kita berencana juga untuk membuat sekolah khusus atau kalau perlu Universitas Khusus untuk meningkatkan ketrampilan tenaga kerja sehingga siap bekerja nantinya di perusahaan-perusahaan Jepang,” lanjut Furuya lagi.

Dalam operasinya Furuya dibantu pula oleh staf marketingnya Kenji Shikano (25) yang ternyata campuran ibu dari Bogor dan ayah dari Jepang, sudah 10 tahun berdomisili di Jepang saat ini.

“Silakan kalau ada orang Indonesia mau bekerja sebagai sopir di Jepang, bisa kontak kami. Perijinan sebagai sopir Jepang kita uruskan demikian pula soal visa kerjanya,” tambahnya lebih lanjut.

Related posts