Tertimpa Pagar Besi Saat Gempa Palu, Otak Aliqa Bernanah Hingga Gagal Operasi Jantung 2 Kali

Gempa bumi yang mengguncang kota Palu dan Donggala pada 29 September 2018, hingga saat ini masih menyisakan pilu. Gempa dengan kekuatan 7,7 SR disusul dengan gelombang Tsunami telah menghancurkan banyak bangunan dan juga merenggut banyak nyawa. Selain itu banyak pula orang yang hilang karena terseret tsunami dan banyak korban luka luka dari yang ringan hingga yang parah.

Seperti Aliqa Kemala Zivania, bocah berusia 7 tahun tersebut terbentur dinding dan tertimpa pagar besi saat terjadi gempa yang mengakibatkan fenomena alam likufaksi pada 2018 lalu di Palu. Anak pasangan Deni Bikuanto dan Virta Riandani itu mulai mengeluhkan sakit kepala pada bulan Februari 2019 dan harus bolak balik ke Rumah Sakit untuk memeriksakan penyakitnya. Saat diperiksa, hasil CT Scan terdapat pembengkakan di otak yang berisi nanah (Abses Serebri) yang disebabkan oleh kuman jantung.

Selain itu, Aliqa yang tinggal di Desa Boyaoge, Tatangga, Palu, Sulawesi Tengah itu memang mempunyai penyakit jantung bawaan yang mengharuskan dirujuk ke rumah sakit di Jakarta. Seharusnya Ia operasi jantung tahun 2015 lalu namun karena terkendala biaya ia tak dibawa ke Jakarta. Hingga tahun 2019, Aliqa baru dibawa ke RSAB Harapan Kita di Jakarta untuk menjalani 2 kali operasi yaitu pengeluaran cairan nanah di otak dan operasi jantung.

Kondisinya saat ini Aliqa masih sakit kepala dan tidak bisa berjalan pasca pengeluaran nanah di otaknya. Jika dipaksakan berjalan 5 langkah, bibir dan seluruh badannya membiru. Menurut Dokter, Kondisi Aliqa yang belum stabil mengakibatkan ia belum bisa melakukan operasi jantung.

Tentunya biaya operasi tersebut tidaklah murah, apalagi Aliqa menjalani 2 kali operasi dan harus di rawat inap di rumah sakit. Belum lagi ongkos untuk transportasi berangkat dari Palu menuju ke Jakarta. Ayahnya saat ini bekerja sebagai petani dan ibu nya seorang IRT pastinya sangat berat bila menanggung biaya tersebut. Uluran tangan dari para sahabat akan sangat bermanfaat jika meringankan beban orangtua Aliqa untuk membiayai kesembuhan Aliqa.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

MENDERITA SAKIT JANTUNG BAWAAN LAHIR, ALIQA BUTUH BANTUAN . Dek Aliqa mempunyai penyakit bawaan jantung. Dari umur 8 bulan Dek Aliqa sudah di rawat di RS Daerah. Dek Aliqa dirujuk ke Jakarta dan dijadwalkan untuk melakukan operasi di tahun 2015. Namun kondisi Dek Aliqa drop sehingga operasi dibatalkan. Sejak itu Dek Aliqa tidak lagi ke Jakarta karena terkendala biaya. . Pada saat musibah gempa di Palu, Dek Aliqa terbentur dinding dan tertimpa pagar besi. Kemudian ia mulai mengalami sakit kepala. Hasil dari pemeriksaan CT Scan terdapat pembengkakan di otak yang berisi nanah (Abses Serebri). . Di RSAB Harapan Kita, Dek Aliqa menjalani operasi pengeluaran cairan nanah di otak. Selama pasca operasi, Dek Aliqa masih merasakan sakit kepala. Dokter akan melakukan operasi untuk jantungnya setelah kondisi sudah stabil. Sekarang Dek Aliqa tidak bisa jalan. Jika dipaksakan baru 5 langkah berjalan, bibir dan seluruh badannya membiru. . DATA DIRI: Aliqa Kemala Zivania adalah putri dari Bapak Deni Bikuanto dan Ibu Virta Riandani. Beralamat di Jl. Anggur RT 07/03, Desa Boyaoge, Tatanga, Palu, Sulawesi Tengah. . MARI KITA BANTU DEK ALIQA UNTUK SEMBUH . OPEN DONASI untuk Dek Aliqa Berakhir sampai tgl 21 Agustus 2020 KIRIM Melalui Rekening Resmi: ⬇️ _____________________________________ 🏧 BNI: 0611-2200-36 🏧 BRI: 2197-01001-665539 ➡️ a/n: Rumah Berbagi Semangat . 🏧 BCA: 0300-647-057 🏧 MANDIRI: 138-00138-73893 ➡️ a/n: Nur Azis Kurnianto ✅ Founder @BerbagiSemangat ________________________________________ Kirim Bukti Transfer, Dengan Format: 💬 Nama_DEK ALIQA_Nominal 📲 Kirim via WA: 0858-7729-7730 ________________________________________ Cek Program ➡️ @SemangatSedekah Untuk melihat laporan dan donasi lainnya. . . #Semangatsedekah #BantuDekAliqa #Donasi #sedekah

Sebuah kiriman dibagikan oleh SEMANGAT SEDEKAH (@semangatsedekah) pada

Related posts