Tiga Hijabers Raih Penghargaan Science Dunia, Siapa Mereka?

Berbagisemangat.com – Kiprah wanita di dunia science tak kalah besar dari pria. Untuk itu, L’Oreal bersama UNESCO memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi untuk sosok scientist wanita yang telah memberikan kontribusi besar di negaranya.

Program penghargaan The L’Oréal-UNESCO for Women in Science sudah ada sejak 19 tahun lalu. Tahun ini, tiga scientist yang dipilih ternyata merupakan muslim. Tiga wanita berhijab itu bernama Marwa Balaha, Dr. Noha Mostafa, dan Dr. Amira El-Yazbi.

Marwa Balah

Tiga Hijabers Raih Penghargaan Science Dunia, Siapa Mereka?Peraih The L’Oréal-UNESCO for Women in Science. Foto: Istimewa

Marwa merupakan peneliti di bidang Pharmaceutical Chemistry and Drug Design. Dilansir dari Women of Egypt Mag, terjunnya Marwa di dunia science dan pengobatan dimulai setelah ayahnya meninggal.

Ia pun mengambil studi farmasi di University of Tanta. Karena kecerdasannya, ia diterima sebagai asisten dosen dan menempuh jenjang master jurusan Pharmaceutical Design and Pharmaceutical Chemistry. Kemudian, ia bekerja sebagai asisten profesor di Department of Pharmaceutical Chemistry, Fakultas Farmasi Kafr El Sheikh University

Kini, ia sedang menjalani proyek membuat sintesis obat anti-kanker bekerja sama dengan sebuah laboratorium di Italia. Prestasi dan kecerdasan Marwa membawanya mendapatkan penghargaan The L’Oréal-UNESCO for Women 2018.

Dr. Noha Mostafa

Tiga Hijabers Raih Penghargaan Science Dunia, Siapa Mereka? The L’Oréal-UNESCO for Women in Science. Foto: Istimewa

Doktor berhijab ini merupakan Pharmaceutical Analytical Chemistry yang bekerja sebagai asisten dosen di Fakultas Farmasi, di Assiut University. Wanita kelahiran 1988 ini sedang melakukan penelitian tentang pengobatan biologis.

Ia juga mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah Mesir untuk mendapatkan gelar PhD. Kini ia juga bekerja sebagai asisten dosen di Faculty of Health and Life Sciences, De Montfort University in Leicester, Inggris.

Dr. Amira El-Yazbi

Tiga Hijabers Raih Penghargaan Science Dunia, Siapa Mereka? The L’Oréal-UNESCO for Women in Science Foto: Istimewa

Mirip dengan dua hijabers sebelumnya, Dr. Amira juga bergelut di bidang farmasi. Selain menjadi peneliti, ia menjadi asisten dosen di Fakultas Farmasi, Alexandria University.

Peraih gelar PhD dari University of Alberta, Canada ini fokus mengembangkan penelitian tentang kerusakan DNA. Ia mengembangkan pengobatan yang terjangkau dan lebih simple untuk gejala tersebut. Ia pun meneliti tentang anti-cancer agen dan mengajar ilmuwan muda.

Related posts