Usai Gempa di Palu, Akibat Minimnya Dapur Umum Banyak Warga yang Menjarah Swalayan dan SPBU

Berbagisemangat.com – Belum lama ini Indonesia kembali dilanda bencana alam di Palu dan Donggala.

Gempa dengan skala 7,7 SR disusul dengan tsunami yang menghantam seluruh bangunan di sekitarnya.

Gempa jadi penyebab adanya helombang tsunami yang terjadi di Palu dengan ketinggian 0,5 meter, pantai Donggala kurang dari 50 sentimeter dan pantai Mamuju dengan ketinggian 6 sentimeter.

Warga menjarah barang di Grand Palu Mall usai gempa bumi di Pura, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Donggala dan Palu mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.
Warga menjarah barang di Grand Palu Mall usai gempa bumi di Pura, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Donggala dan Palu mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.

Duka masih sangat terasa, banyak korban yang berjatuhan akibat gempa dan tsunami tersebut.

Namun usai air surut, banyak masyarakat yang kelaparan dan kedinginan.

Hingga akhirnya minimarket dan pasar swalayan jadi sasaran sejumlah warga di Kota Palu yang berebut makanan pada Minggu (30/9/2018).

Saking susahnya mencari makanan, Alfamidi dan BNS (Bumi Nyiur Swalayan) dijarah,” ucap Abdullah yang merupakan salah satu warga.

Warga jarah pertokoan
Warga jarah pertokoan
Hal ini terjadi akibat belum meratanya bantuan berupa makanan untuk mencukupi kebutuhan warga kota Palu dan sekitarnya.

 

Warga menjarah barang di Grand Palu Mall usai gempa bumi di Pura, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Donggala dan Palu mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.
Warga menjarah barang di Grand Palu Mall usai gempa bumi di Pura, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Donggala dan Palu mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.

Dapur umum pun belum banyak didirikan pasca gempa dan tsunami.

Selain itu, Kepala Pusat Data Informasi, dan Humas BNBP Sutopo Purwo Nugroho juga mengatakan air bersih menjadi kebutuhan mendesak di Palu.

“Air berubah keruh, kering, sehingga tidak bisa dikonsumsi. Air bersih jadi kebutuhan mendesak untuk masyakat Palu,” Kata Sutopo dilansir Grid.ID dari Banjarmasin Post.

Warga menjarah barang dagangan di Grand Paludi Grand Palu Mall usai gempa bumi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Donggala dan Palu mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.
Warga menjarah barang dagangan di Grand Paludi Grand Palu Mall usai gempa bumi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Donggala dan Palu mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.

Tak hanya swalayan yang jadi sasaran jarahan para warga, sejumlah SPBU pun turut dijarah.

Hingga saat ini belum banyak SPBU yang beroperasi seperti semula.

Warga menjarah barang di Grand Palu Mall usai gempa bumi di Pura, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Donggala dan Palu mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.
Warga menjarah barang di Grand Palu Mall usai gempa bumi di Pura, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Donggala dan Palu mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.

 

Semoga warga Palu dan sekitarnya segera mendapatkan bantuan secara menyeluruh dari pemerintah.

Related posts