Viral Kisah Wisudawati Jadi Lulusan Terbaik Karena Merasa Durhaka: Tak Mau Sakiti Emak dan Abah Lagi

Berbagisemangat.com – Kisah seorang mahasiswi peraih selempang gelar lulusan terbaik di Universiti Teknologi Mara (UiTM) viral di media sosial.

Selempang itu menjadi buruan semua mahasiswa dan hanya bisa dipakai oleh penerima Anugerah Naib Canselor (ANC) yang mendapat nilai tinggi di setiap semester.

“Kenapa kamu tidak mendapat rangking satu? Mengapa teman kamu memakai selempang lulusan terbaik tetapi kamu tidak memakainya? Jika kamu tahu persis apa yang harus kamu dapatkan pertama kali. Apakah kamu belajar cara bermain seperti kamu ingin menjadi Dekan? ” tantang seorang ayah merujuk pada Dekan Award untuk mahasiswa yang mendapatkan nilai tinggi setiap semester.

Kisah itu lah yang dialami Hazirah Janudin (25), mahasiswi Universiti Teknologi Mara (UiTM), Shah Alam, Malaysia saat wisuda kelulusannya baru-baru ini.

Gadis itu dengan bangga memeluk ayahnya menggunakan selempang lulusan terbaik yang diraihnya.

“Dulu saya berkecil hati jika ayah mempersoalkan tentang selempang lulusan terbaik. Walaupun ayah bilang tidak papa coba lagi, tapi wajahnya tampak kecewa,” ujar Hazirah.

“Sejak saat itu saya bertekad untuk melanjutkan studi di tingkat sarjana, belajar keras dengan niat saya pada Allah SWT dan saya ingin mendapatkan selempang lulusan terbaik yang diimpikan ayah dan saya sendiri,” ujar Hazirah.

Siapa sangka, lulusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan itu pernah mengalami kisah pilu saat kelulusannya di tingkat diploma sekitar tiga tahun lalu.

Pada saat itu orangtuanya mengajaknya pulang ke rumah mereka di Kuala Lumpur, setelah acara wisuda diploma di UiTM Jengka di Pahang, Malaysia.

“Saya meminta ayah dan ibu pulang duluan, saya pulang dengan teman-teman nanti. Mereka pulang lebih awal, tetapi saya sampai di rumah larut malam,” ujar Hazirah.

Namun di hari kelulusannya tersebut Hazirah malah membuat sang ibu kecewa.

“Ternyata ibu menyiapkan makanan untuk merayakan kelulusan saya, ibu saya bahkan menunggu saya balik hingga tertidur,” katanya.

Kejutan yang gagal tersebut membuat ibunya tersinggung karena Hazirah seolah lebih mementingkan teman-temannya daripada keluarganya.

“Bayangkan, siangnya ayah kecewa sebab saya tak dapat selempang lulusan terbaik, malamnya saya kecewakan ibu sampai dia marah selama dua hari,” ujarnya.

Karena hal tersebut, Hazirah bertekad untuk tak lagi mengecewakan kedua orangtuanya.

“Sejak saat ini saya menyelas dan merasa durhaka kepada ayah dan ibu, dapat gelar diploma bukan banggakan orangtua tapi malah mengecewakan mereka,” katanya.

Kini Hazirah dengan bangga menunjukan impian yang berhasil diraihnya kepada sang ayah ketika kelulusan gelar sarjana.

“Saya mau pakaikan selempang lulusan terbaik kepada ayah, tapi dia tak mau. dia bilang cuma ingin tersenyum melihat saya pakai selempang lulusan terbaik itu,” ujar Hazirah.

Hazirah menyebutkan bahwa bukan hanya ayahnya yang terharu, ibunya pun demikian.

“Ibu tiba-tiba lari menjauh dari kami untuk menenangkan diri, ia tak dapat menahan tangis karena telalu bahagia,” imbuh Hazirah.

Hazirah pun juga menjawab pertanyaan netizen soal mengapa begitu penting ia mendapatkan selempang lulusan terbaik.

“Bagi saya kalu bukan karena teguran ayah waktu itu, saya mungkin tak akan berusaha untuk menjadi terbaik antara yang terbaik,” ujar wanita yang kini menjadi seorang guru tersebut.

Related posts