Warung Semesta, Sebungkus Nasi Ayam Harganya Rp2000 Untuk Mereka Yang Kekurangan

Berbagisemangat.com – “Konsep derma yang sangat sederhana, menjual makanan sehat lengkap lauk dan sayur dengan harga murah.” Begitulah penjelasan  Dede Gusman, Ketua Yayasan Semesta, Jakarta, tentang konsep Warung Semesta yang ia kelola.

Kehadiran Warung Semesta diharapkan dapat menolong mereka yang kekurangan untuk memperoleh makanan layak dengan harga murah. Bukan memberi dengan cuma-cuma, Warung Semesta memang sengaja mematok harga.

Tujuannya, agar masyarakat tidak merasa dikasihani seolah meminta-minta. Tapi mereka membeli sebungkus makanan itu seharga Rp2.000. Isinya, nasi, ikan/ayam, telur, tahu, tempe, dan sayur.

Pelayanan untuk kaum marjinal itu dilakukan dengan sebuah mobil toko (moko) yang berpindah dari satu titik ke titik lainnya di sekitar Jakarta.

Saat ini, Warung Semesta sudah menjangkau 12 titik pelayanan, dari hari Senin sampai Sabtu. Daerah yang disambangi  Warung Semesta mulai dari Bintaro, Rawa Papan, Jati Padang, Pondok Ranji, Ceger, Pamulang, hingga Ulujami.

“Saya terharu melihat wajah-wajah mereka saat menyambut makanan itu,” cerita Nia Rubiakto, penanggung jawab Warung Semesta.

Nia, bersama rekan-rekan terjun langsung untuk berbelanja bahan makanan, memasak, dan mendistribusikannya.  Kegiatan ini, secara kasat mata, sama sekali tidak memberikan keuntungan materi bagi Yayasan Semesta, Dede, Nia, dan rekan-rekannya yang lain.
Meski begitu, manfaat lain yang mereka dapatkan justru lebih besar dari sekadar rupiah. Ada semacam perasaan bahagia saat bisa membantu sesama. Dan, ini tak bisa dibeli dengan uang. Bersama Yayasan Semesta, Nia dan Dede mendedikasikan hidup untuk kaum miskin dan terabaikan.
Sama seperti filosofi yang ditanamkan oleh sang pendiri yayasan, Ario, memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan adalah satu cara untuk mencapai “kehidupan berkualitas bagi semua orang.”
Selain Warung Semesta, Yayasan Semesta juga giat dalam pelayanan terhadap orang dengan gangguan jiwa, pelayanan anak-anak, desa binaan, pendidikan, dan kesehatan.

Related posts