Zahra, Anak Buruh Pabrik Yang Terkendala Biaya Pengobatan Dan Harus Minum Susu Khusus Yang Harganya Sangat Mahal

Berbagisemangat.com – Zahratun Nissa Ramadhani (berusia 4 Tahun), merupakan putri dari Bapak Moch. Suhendar dan Ibu Umi latifah. Kini masih berjuang melawan penyakitnya. Sejak usianya kurang lebih 3 tahun, Zahra mengalami demam panas. Setelah dibawa ke rumah sakit, hasil awal pemeriksaannya Zahra di diagnosa terkena DBD.
.
Namun setiap bulannya Ia malah mengalami demam panas tinggi dan muncul bintik-bintik merah dan juga memar, kemudian Zahra dirawat diruang ICU, Karena Trombositnya rendah hingga 13.000 mcL
.
Bulan Februari Ia dirujuk ke RSAB Harkit dan dirawat selama 10 hari. Dokter mendiagnosa bahwa ia menderita ITP akut, penyakit yang menyebabkan tubuh mudah memar atau berdarah, karena rendahnya jumlah sel keping darah.
.
Setiap minggunya, Zahra harus kontrol ke klinik hematologi onkologi. Ia juga harus transfusi darah kalau kondisinya memburuk. Bulan November lalu Zahra menghabiskan 4 kantong darah. Zahra juga menderita TB paru sudah 3 bulan dan menjalani pengobatan rutin.
.
Hari-hari Zahra hanya dihabiskan di rumah saja karena kondisinya yang autoimun, tidak seperti teman-teman seusianya yang asik bermain dan berlarian kesana kemari. Paling untuk keluar hanya pergi mengaji dan sekolah waktu sebelum pandemi dan itupun dengan pengawasan yang ketat dari orang tuanya.
.
Selama ini ayahnya bekerja sebagai buruh pabrik masih kurang untuk mencukupi biaya pengobatan Zahra, karena obat dan beberapa tindakan emergency tidak di cover BPJS. Apalagi susu Zahra menggunakan susu Medis yang harga nya sangat mahal, bahkan sekarang Ibunya sedang mengandung anak ke 2. Butuh biaya lebih untuk kebutuhan sehari hari.