Antre Pemeriksaan Corona, Jemaah Tabligh Zikir dan Baca Alquran

Berbagisemangat.com – Sekitar 10.000 jemaah dari dalam dan luar Malaysia dilaporkan menghadiri acara tabligh akbar di Masjid Sri Petaling pada 28 Februari hingga 1 Maret. Dari jumlah tersebut, 5.000 diyakini warga Malaysia.

Dari ribuan jemaah tersebut, seorang peserta dari Brunei Darussalam dilaporkan positif terinfeksi virus corona baru, COVID-19. Selain itu seorang warga dari Pahang yang dinyatakan positif COVID-19 juga memiliki riwayat ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Setelah acara itu selesai, petugas kesehatan meminta semua peserta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan karantina sendiri.

Mufti Malaysia juga melarang peserta tabligh yang diduga positif COVID-19 menghadiri sholat Jumat untuk mencegah penularan yang makin meluas.

Baru-baru ini, beberapa foto yang diyakini sebagai jemaah yang terlibat dalam acara tabligh tersebut telah menjadi viral di media sosial.

Mereka dilaporkan sedang menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit dan Markas Dakwah Sri Petaling pada Kamis, 12 Maret 2020.

Foto-foto aktivitas para jemaah tabligh yang menjalani pemeriksaan medis tersebut rupanya mendapat perhatian dari seorang netizen.

Melalui Facebook, akun QLyana Shuhaimi memuji para jemaah tabligh yang dengan penuh tanggung jawab datang memeriksakan diri seperti yang dianjurkan.

Tidak hanya itu, sambil menunggu giliran diperiksa, para jemaah tabligh tersebut sibuk berdzikir dengan tasbih di tangan. Mereka juga tampak khusyuk membaca Alquran.

Postingan ini untuk menjawab kabar yang sebelumnya viral di media sosial Malaysia. Dilaporkan bahwa salah seorang jemaah tabligh yang diduga positif COVID-19 melarikan diri saat menjalani pemeriksaan.

Seorang pria berusia 54 tahun yang dicurigai positif COVID-19 meninggalkan Klinik Kesehatan Bukit Naga, Bagian 32 Shah Alam. Klinik itu kemudian membuat laporan polisi tentang kasus ini.

” Hasil pemeriksaan menunjukkan dia menderita demam suhu tinggi dan dinyatakan positif COVID-19. Dia hadir di acara tabligh di Sri Petaling.”

” Dia kemudian ditempatkan di sel isolasi pada pukul 13:04 waktu setempat, tetapi pria itu diyakini telah melarikan diri setelah seorang petugas kesehatan melihatnya keluar dari tenda. Petugas kesehatan kemudian memberi tahu dokter yang sedang bertugas.”

” Klinik kemudian menghubungi pria itu dan memintanya untuk kembali ke klinik. Pria itu setuju dan mengatakan akan kembali. Tetapi ketika klinik menghubunginya lagi, nomornya sudah tidak dapat dihubungi.”

Sumber: Siakapkeli.my

Related posts