Cara Pensiunan Dokter Ini Tangani Pasien Virus Corona Bikin Dunia Terharu

Berbagisemangat.com – Penyebaran virus corona yang sangat cepat membuat publik cemas sekaligus prihatin dengan nasib penduduk di Wuhan, provinsi Hubei, China. Mereka tergerak untuk sebisa mungkin membantu para korban dengan daya yang dimiliki.

Keprihatinan juga dirasakan seorang pensiunan dokter yang sudah berusia 86 tahun. Dia dipuji sebagai pahlawan setelah terpanggil untuk turun kembali mengenakan pakaian dokternya untuk merawat pasien yang terjangkit virus corona baru atau 2019-nCoV.

Profesor Dong dari Wuhan, yang merupakan pusat penyebaran virus 2019-nCoV, ‘turun gunung’ setelah mendengar pengelola rumah sakit kewalahan menangani pasien terjangkit virus 2019-nCoV. Setiap hari jumlah korban terinfeksi virus yang belum ditemukan penangkalnya ini terus saja bertambah.

Netizen semakin salut dan hormat kepada Profesor Dong karena yang sudah pensiun selama bertahun-tahun itu merawat pasien dari kursi roda. Usia senja membuatnya tidak bisa berdiri dan berjalan lagi.

Profesor Dong adalah satu di antara warga Wuhan yang secara sukarela membantu pasien virus 2019-nCoV. Para relawan ini siap mempertaruhkan nyawa karena kemungkinan tertular virus yang mematikan itu.

Seperti diketahui sebelumnya, virus 2019-nCoV menyebar dengan cepat ke seluruh kota Wuhan hingga menyebabkan banyak orang, termasuk para turis, tertular.

Akibat jumlah orang yang terinfeksi semakin bertambah banyak, tenaga medis di rumah sakit Wuhan semakin tertekan karena merawat terlalu banyak pasien.

Begitu banyaknya orang yang terinfeksi virus membuat rumah sakit Wuhan cepat penuh sehingga beberapa pasien bahkan harus berbagi tempat tidur.

Meski mendengar bahwa beberapa dokter juga terinfeksi dan yang lain pingsan karena kelelahan, Profesor Dong memutuskan untuk membantu. Dia pergi ke Rumah Sakit Anak Wuhan tempat dia biasa melayani pasiennya dulu selama beberapa dekade.

Meskipun sambil duduk di kursi roda, dokter tanpa tanda jasa ini tak kenal lelah merawat pasien-pasien mudanya. Di saat krisis virus seperti ini, bantuan Profesor Dong sangat penting dan berharga.

Sejak Wuhan mengumumkan isolasi total terhadap kota itu pada hari Kamis, 23 Januari 2020, Profesor Dong yang baik hati ini telah merawat lebih dari 30 pasien sehari.

Related posts