Dilatih Mandiri, Siswi SD di Thailand Mengepel setelah Muntah di Sekolah

Berbagisemangat.com – Foto seorang murid Sekolah Dasar (SD) di Thailand yang tampak sedang mengepel di sekolah menghebohkan jagat maya.

Diketahui, murid perempuan itu diharuskan mengepel setelah muntah di depan ruang kelas.

Kisah ini terungkap saat seorang pengajar, mengunggahnya di akun Twitter pribadinya, @iwwarna, Rabu (12/2/2020) lalu.

“Pagi ini salah satu murid muntah, terus gurunya nyuruh dia bersihin muntahannya sendiri, dia bersihin sambil nangis, tapi bersih.

Being responsible is the point,” tulisnya di Twitter.

Unggahan itu pun sontak menyita perhatian warganet dan menjadi viral.

Dilansir dari Tribunnews.com, Warna Uneputty, yang tak lain merupakan mahasiswi asal Indonesia yang sedang menjalankan program mengajar di Thailand.

Mahasiswi S-1 Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu mengatakan saat ini dirinya sedang mengikuti program Global Volunteer, yang diadakan oleh organisasi AIESEC, di Thailand.

Warna menyebut peristiwa viral ini terjadi pada Rabu (12/2/2020).

Ia pun mengaku sempat kaget melihat muridnya yang baru duduk di kelas 1 SD diharuskan untuk mengepel muntahannya sendiri.

Warna juga sempat ingin menggantikan muridnya untuk mengepel.

Namun, setelah ia perhatikan, hal ini tampaknya sudah biasa dilakukan di Thailand.

“Awalnya saya kaget, kok gurunya tega banget nyuruh di bersihin muntahannya sendiri,” tutur Warna dilansir dari Tribunnews.com.

“Tapi saya perhatikan, sepertinya hal ini adalah hal yang biasa di Thailand, anak-anak di sini memang diajarkan mandiri,” sambungnya.

Mengaku khawatir, Warna pun terus mendampingi muridnya tersebut hingga gadis kecil itu selesai mengepel.

Warna mengungkapkan, lama-lama dirinya mengerti maksud guru yang meminta murid tersebut membersihkan muntahannya sendiri.

Setelah muridnya berhasil membersihkan lantai tempatnya muntah, Warna mengaku semakin bangga terhadap muridnya.

“Ada rasa khawatir juga tapi setelah itu ya jelas saya bangga, dia tetap bersihin itu sampai bersih, tanpa berhenti sedikit pun,” kata Warna.

Warna menceritakan, setelah sang murid berhasil menyelesaikan tugas yang gurunya berikan, murid-murid yang lain langsung menghiburnya.

Bahkan ada seorang murid yang menghapus air mata murid yang sedang sakit itu.

Warna pun langsung menemui murid-muridnya dan mengungkapkan bahwa Warna bangga pada mereka.

“Setelah kejadian itu, saya bilang padanya ‘I’m so proud of you, you will be okay’,” kata Warna.

“Saya juga bilang ke temannya yang menghibur, ‘I’m so proud of you’,” sambungnya.

Tak hanya itu, Warna mengatakan, ia juga membuatkan segelas teh hangat untuk muridnya.

Warna membenarkan, murid-murid di sekolahnya selalu dilatih untuk mandiri dan bertanggung jawab,

Ia menerangkan, di sekolah tempatnya mengajar tersebut, murid-murid menjalankan program full day.

Setiap hari mereka mulai belajar pukul 08.00 dan pulang pukul 15.30 waktu setempat.

Di waktu istirahat, murid-murid akan makan bersama.

Sebelum mulai makan, satu perwakilan siswa akan mengambil piring dan sendok untuk teman-temannya satu kelas.

“Terus guru mereka akan diam di satu tempat dan mereka akan antri untuk dapat makan siang tersebut,” jelas Warna.

Seusai makan, Warna mengatakan, murid-muridnya akan langsung membereskan dan mengumpulkan peralatan makannya ke dalam satu ember.

“Di saat makan siang pun, mereka membersihkan piring mereka sendiri lalu dikumpulkan jadi satu untuk diberikan pada karyawan yang biasa mencuci piring,” terang Warna.

“Biasanya yang menyerahkan ke petugas cuci piring juga perwakilan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Warna mengungkapkan dirinya juga terkesan dengan kesopanan murid-muridnya.

“Mereka ini sangat sopan sama yang lebih tua, nggak cuma ke guru tapi juga ke semuanya,” ungkap Warna.

“Saya saja kaget pertama kali lihat, ternyata sopan banget gini,” lanjutnya.

Related posts