Flashback Masa Lalu, Nenek Ini Suapi Kembali 6 Anaknya Yang Berusia 50 Tahun Lebih Dengan Nasi dan Ikan

Berbagisemangat.com – Seorang ibu yang memberi makan nasi pada anak-anaknya ini menjadi viral di media sosial. Bagi siapa pun yang menonton video yang viral di media sosial mungkin akan mengeluarkan air mata.

Video haru berdurasi tiga menit tersebut terlihat seorang ibu yang dikelilingi oleh anak-anak yang rata-rata berusia 50-an.

Berbekal sepiring nasi putih dan ikan bakar, sebotol budu, semangkuk kecap, dan secangkir air putih, ia memberi makan anak-anaknya satu per satu.

“Lihatlah fakta bahwa anak-anak itu berusia 50 tahun ke atas, masih meremas-remas ikan dan saling memandang tulang. Ini adalah sifat ibu kami, cucu-cucu sama gilanya menangis,” menurut postingan video di Facebook.

Cinta ibu untuk anak-anak

Wan Raliza Ilunie Wan Ramli, 25,  yang merekam video tersebut mengatakan momen itu direkam selama hari keluarga di sebuah vila di Marang, Terengganu pada 5 April.

Menurut Yuniey, kata orang tuanya adalah neneknya, Fatimah Hamat berusia 70-an, dengan ayah dan ibunya, termasuk ibunya.

“Ini adalah pertama kalinya keluarga besar kami berkumpul untuk waktu yang lama karena sibuk meskipun kami tinggal di dekatnya.

“Kami memanggilnya Mek, Cucu kami memanggilnya dengan nama Tok Mek, Mek sebenarnya mempunyai 12 anak tetapi lima meninggal, yang hidup tujuh tahun, tetapi putra tertua tidak dapat berkumpul pada acara keluarga yang berlangsung tiga hari dua,” katanya dilansir dari mStar .

Anak-anak penuh dengan pengorbanan ibu.

Yuniey, dari Ketereh, Kelantan, mengatakan sesi penyuapan dilakukan karena kerinduan anak-anak pada ibunya, Mek.

Sudah saatnya saya membayangkan bahwa saya tidak memiliki kesempatan untuk melakukannya, mungkin saya tidak bisa merasakannya lagi. Karena Tuhan dapat ‘mengambil’ mereka kapan saja, kita tidak tahu.

YUNIEY

“Sudah dua puluh tahun mereka tak disuapi oleh Mek, macam ibuku, umurnya 51 tahun, dah hampir 49 tahun tak disuapi oleh Mek.

“Sebab orang dulu-dulu, masa kecil-kecil sudah disuapi makan ayahnya, lepas tu, abang atau kakak yang ambil tanggung jawab suapi makan kepada adik-adiknya” katanya, seraya menambahkan bahwa kakeknya telah meninggal sejak lama.

Mek tergerak melihat keluarganya berkumpul.

Ibu dua anak ini bersyukur diberi kesempatan untuk menyaksikan momen termanis dalam hidupnya yang tidak akan pernah dilupakan sampai akhir hayat.

“Mek sebenarnya tidak sehat tetapi ketika melihat hampir semua anak, cucu dan cicit berkumpul, dia sehat dan bersemangat.

“Sudah waktunya bagi saya untuk membayangkan bahwa saya tidak memiliki kesempatan untuk melakukannya, mungkin saya tidak bisa merasakannya sama sekali, karena Tuhan dapat ‘mengambil’ mereka kapan saja, kita tidak tahu,” katanya, yang merupakan ahli kosmetologi.

Anggota keluarga Mek 

Yuniey mengatakan bahwa ibunya memberi tahu bahwa sesi makan tersebut untuk melihat kembali masa kecilnya sehingga saudara-saudaranya yang lain sangat terkesan dan menangis.

Menurutnya, tidak berkemampuan dalam segi keuangan bukan alasan untuk tidak bisa berkumpul dengan keluarga dan untuk menutup hubungan.

“Sebenarnya, jika kita tidak mampu masih banyak tempat berkumpul yang tidak berbayar macam di tepi pantai.

“Jika hal lain boleh dicari ganti, tetapi kalau orang yang kita sayang tidak ada gantinya, hargailah mereka selagi masih ada,” katanya, penuh haru.

Related posts