Heboh! Segerombolan Sapi Masuk Supermarket Dan Makan Semua Buah Hingga Sayur Di Sana

Berbagisemangat.com – Di Hongkong, ada 1.100 sapi liar yang sengaja dibiarkan berkeliaran di jalanan Hongkong. Pemerintah masih bisa menoleransi keberadaan sapi-sapi tersebut.

Selama sapi-sapi itu tidak merusak sesuatu atau mengganggu, seperti buang air besar di jalan-jalan atau menyebabkan lalu lintas, pemerintah masih menoleransinya.

Tapi kali ini, sapi-sapi tersebut sudah melewati batas toleransi, seperti diwartakan Elite Readers pada Selasa (6/8/2019). Pasalnya, mereka sudah mulai memasuki supermarket lokal dan memakan sayur serta buah segar di sana.

Untungnya, tidak ada yang terluka dengan datangnya sapi-sapi itu ke supermarket. Sapi-sapi itu hanya menginginkan makanan.

Menurut surat kabar lokal Ling Pao, ada empat sapi yang masuk ke toko kelontong Fusion di Mui Wo. Sapi-sapi itu langsung menuju ke rak buah-buahan dan sayuran, langsung melahapnya.

Para pembeli yang terkesima membiarkan sapi-sapi itu dan menyaksikan mereka menikmati buah-buahan serta sayuran. Setelah beberapa saat, staf supermarket berhasil menggiring sapi-sapi itu keluar.

Menurut Anggota Dewan Distrik Andy Wong-Man, ada sekitar 30 sapi liar di Mui Wo. Ini adalah pertama kalinya kejadian seperti itu terjadi. Dia khaawatir hal itu mungkin terjadi lagi, karena orang sering memberi makan buah kepada sapi-sapi itu.

Sapi-sapi itu umumnya bersahabat dan tidak melukai orang di sekitarnya. Masalah sapi liar Hong Kong telah berlangsung beberapa saat.

Sebuah artikel di South China Morning Post menunjukkan ekspansi dan pembangunan kota yang cepat menjadi penyebab hal tersebut. Proyek-proyek pembangunan menyebabkan spesies satwa liar keluar dari pedesaan dan pindah ke daerah lain yang lebih padat.

Ho Loy, ketua Asosiasi Lantau Buffalo, mengatakan bahwa, “Banyak orang mengira menjengkelkan sapi-sapi ini berkeliaran di lalu lintas jalan. Tetapi mereka (orang-orang) tidak mengerti bahwa tempat-tempat ini adalah tempat sapi dan pendahulunya biasa makan dan hidup sebelum tempat mereka ditutupi dengan semen dan berubah menjadi jalan kota.”

Dia menambahkan bahwa sapi-sapi liar itu hanya berkeliaran dan merumput di daerah yang sama seperti yang selalu mereka lakukan. Bahkan di tengah-tengah perubahan lingkungan mereka yang disebabkan oleh urbanisasi yang cepat.

Related posts