Iba Lihat Mahasiswa Cuma Makan Mi Instan, Aksi Jon Bon Jovi Bikin Haru

Berbagisemangat.com – Di Red Bank, New Jersey, Amerika Serikat, ada satu restoran begitu tenar. Namanya JBJ Soul Kitchen yang berlokasi tidak jauh dari stasiun kereta.

Tampilannya cukup mewah dengan desain interior dan perabotan yang mewah. Restoran yang buka lima hari dalam sepekan ini menyajikan menu istimewa.

Ada keunikan tersendiri yang dimiliki restoran ini, yang membedakannya dengan lainnya. Daftar menu restoran ini tidak mencantumkan harga.

Tapi, bukan berarti gratis. Bagi pengunjung yang tergolong mampu, diminta membayar US$20, setara Rp280 ribu. Harga tersebut dibanderol untuk semua jenis makanan.

Bagi pengunjung yang tidak bisa membayar, tidak perlu khawatir diusir. Mereka tetap bisa menikmati sajian lezat dari JBJ Soul Kitchen dan membayarnya dalam bentuk lain seperti cuci piring atau mengelap meja, misalnya.

Ternyata, JBJ Soul Kitchen adalah milik pesohor dunia, Jon Bon Jovi. Musisi peraih banyak penghargaan tersebut membuka usaha restoran bukan semata untuk meraup keuntungan, melainkan berderma demi membantu para tunawisma.

Konsep yang dijalankan di JBJ Soul Kitchen sebenarnya adalah ide Dorothea Hurley, istri dari Bon Jovi. Ide tersebut muncul saat Hurley tengah bersantai.

Pada 2011, restoran itu dibuka dengan seluruh karyawannya adalah relawan dan makanan yang disajikan adalah hasil donasi. Pada malam tertentu, hampir setengah dari kursi diisi oleh donatur dan sisanya diduduki mereka yang tidak pernah membayangkan dari mana besok akan mendapatkan makanan.

Hingga saat ini, JBJ Soul Kitchen sudah memiliki dua cabang. Awal tahun nanti, tepatnya pada 22 Januari 2020, Bon Jovi akan membuka cabang Soul Kitchen ketiganya di kampus Rutgers University.

Bon Jovi punya pertimbangan tersendiri membuka cabang restorannya justru di kampus. Dia merasa prihatin dengan banyaknya mahasiswa yang terpaksa mengonsumsi mie instan karena tidak sanggup membeli makanan.

Dia mengatakan setiap orang yang mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah atau perguruan tinggi selalu memikirkan biaya pendidikan, buku-buku dan kebutuhan sehari-hari. Sementara, mereka kerap lupa memikirkan biaya makan anak-anaknya.

” Itulah mengapa banyak mahasiswa makan mie instan. Kita mungkin berpikir itu hal normal, bekerja keras sehingga cukup makan dengan mie instan. Tetapi bagaimana jika hanya mie instan yang sanggup mereka beli?” kata Bon Jovi.

Makanan yang tersedia di restoran ini diadakan dengan skema subsidi silang. Mereka yang mampu diminta bayar, sedangkan uangnya digunakan untuk menyediakan makanan bagi mereka yang tidak punya makanan.

Related posts