Inilah Mabs Hussein, Polisi Muslim yang Memecahkan Kasus Reynhard Sinaga di Inggris

Berbagisemangat.com – Kasus rudapaksa yang dilakukan seorang WNI bernama Reynhard Sinaga di Manchester, Inggris, menyentak publik. Dia dijatuhi hukuman seumur hidup atas kasus rudapaksa terhadap hampir 200 orang pria. Kasusnya diklaim sebagai kasus rudapaksa terbesar dalam sejarah Inggris.

Investigasi dilakukan hampir selama dua tahun oleh kepolisian Inggris. Investigasi ini dilkepalai oleh seorang Assistant Chief Constable (ACC) Mabs Hussain. Siapa sosok polisi tersebut?

ACC Mabs Hussain adalah putra dari pekerja migran asal Pakistan. Dia adalah seorang muslim.

“Orang tua saya berasal dari Pakistan, imigran generasi pertama ke negara itu, mereka datang pada 1960-an. Kami lahir dan dibesarkan di Bradford, sebuah keluarga lima anak. Ayah saya adalah seorang penenun di sekitar Bradford dan wilayah Leeds. Dia pertama kali masuk ke negara sendiri pada tahun 1957. Dia diundang karena Persemakmuran untuk datang dan melakukan pekerjaan yang orang lain tidak ingin lakukan seperti yang dia gambarkan. Senin sampai Jumat dia bekerja malam sepanjang hidupnya, dan ibuku tidak bekerja – dia melakukan pekerjaan yang fantastis membesarkan lima anak,” tutur Mabs Hussein dalam sebuah wawancara seperti dikutip dari Manchester Evening News.

Posting dan blog Twitter-nya menunjukkan bahwa ia mencentang setiap kotak dalam hal contoh cemerlang tentang apa yang dapat dicapai seorang perwira. Dia telah dianugerahi MBE tahun ini untuk layanan kepolisian dan amal. MBE adalah penghargaan bergensi yang diberikan oleh Kerajaan Inggris atas dedikasi seseorang terhadap masyarakat.

Ketika ACC Mabs Hussain dianugerahi MBE pada bulan Juni, ia memposting rasa terima kasihnya atas dukungan keluarganya di blog-nya.

Sayang, prestasi gemilangnya tak menghentikan dia dan keluarganya dari aksi rasisme. Dia dan keluarganya sempat tidak diperbolehkan bepergian ke luar negeri — terutama oleh Homeland Security di Amerika Serikat, hanya karena etnis.

Ketika ditanya kenapa dia ingin jadi polisi? Mabs Hussein menjawab, “Karena saya ingin membuat perbedaan. Kedengarannya sangat klise, saya ingat Bobby (polisi) setempat berkeliling di lingkungan kami. Kami semua takut padanya, tapi aku berpikir, ‘bukankah pekerjaan dia fantastik? “Dia berpatroli di daerah itu dan berbicara dengan kami. Lalu aku mulai melihat laporan tentang kejahatan dan berpikir bukan menjadi hebat untuk membuat perbedaan.”

Ayah dua anak berusia 45 tahun itu bergabung menjadi bobby (polisi) berdetak di distrik Bradford, Odsal saat berusia 22 tahun, pada 1996. Dan petikan kata-katanya yang penuh inspirasi tersebut dilakukan saat dirinya dilantik sebagai Great Manchester Police – Assistant Chief Constable.

Related posts