Kisah Azis Hermawan, Penyandang Tuna Daksa yang Lihai Mendesain Rumah

Berbagisemangat.com – Pria lulusan Madrasah Aliyah Mathlaul Anwar, Tulang Bawang, ini adalah seorang penyandang tuna daksa. Meski memiliki gangguan gerak akibat kelainan neuro-muskular dan struktur tulang, Azis tak ambil pusing. Hal itu sama sekali tak mengganggu bakatnya.

“Sejak kecil, saya bercita-cita ingin punya rumah dengan rancangan saya sendiri,” ujar Azis memulai kisahnya.

Cita-cita Azis tak hanya sekadar ‘ingin’. Azis membangun harapannya lewat berlatih secara autodidak. Bermodal penggaris dan pensil warna, Azis mulai mendesain rumah di atas kertas, sesekali lewat aplikasi di telepon genggam.

Setelah merampungkannya di secarik kertas, Azis membuat miniatur hasil desainnya dari kardus dan bambu. Rumah-rumah dan gedung cantik yang diarsiteki Azis pun berdiri tegak ia jejer di etalase.

“Kalau miniatur, yang paling susah pernah saya buat waktunya sampai delapan bulan,” tuturnya. “Saya pakai skala 0,25 untuk ukuran lahannya 1 hektare, jadi kalau diukur pakai penggaris, ada 25 sentimeter.”

Sederet miniatur yang ia bangun sudah diborong Dinas Sosial Provinsi Lampung. Sebagian bahkan dibawa dan dipamerkan di kantor Kompleks Gubernur Lampung. Mulai dari miniatur rumah minimalis –yang menjadi rumah impiannya– hingga hotel dengan fasilitas ramah disabilitas.

“Kalau yang dijual itu, saya jualnya borongan, Rp 1 juta untuk sepuluh unit,” ungkap Azis.

Sudah empat tahun Azis fokus menggeluti dunia arsitektur. Saban hari, Azis fokus menggambar seraya mengumpulkan uang untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas. Jika diberi kesempatan kuliah, Azis ingin menjadi mahasiswa jurusan arsitektur atau teknik sipil.

“Ikut bidikmisi (program bantuan pendidikan) enggak lolos, mau ikut SBMPTN, enggak ada ongkos buat berangkat. Soalnya ini di pedalaman, jauh dari kotanya,” keluhnya.

Kepada seluruh anak-anak penyandang disabilitas, Azis berpesan agar jangan pernah berkecil hati. Azis yakin, semua manusia memiliki bakat yang bisa timbul jika terus diasah. “Yang penting, fokus,” imbuhnya.

Semangat terus, ya, Azis!

Related posts