Kisah Eli Korban First Travel, “Saya Harus Bangun Pukul 3 Malam, Saya Tabung Sedikit Demi Sedikit”

Berbagisemangat.com – Kisah Eli Korban First Travel, ‘Saya Harus Bangun Pukul 3 Malam, Saya Tabung Sedikit demi Sedikit’. Namun ada informasi bahwa aset First Travel akan dilelang lalu diberikan ke pemerintah bukan kepada korban.

Eli berjuang bersama juru bicara korban First Travel, Eni untuk mencari keadilan. Eli adalah seorang pedangan nasi uduk, yang hingga saat ini belum mendapatkan pemenuhan janji yang disampaikan First Travel.

“Saya korban First Travel, yang janji – janjinya sampai saat ini belum saya dapatkan,” ungkapnya.

Korban First Travel mewadahi diri dalam Perkumpulan Agen Jamaah Korban First Travel (Pajak FT), Eli mengaku ikut mengusahkan keadilan dan pergi ke berbagai tempat.Namun, usaha mereka berdua tidak kunjung menemukan keadilan.

“Saya juga ikut berjuang seperti ibu Eni katakan, pergi kesana kemari mencari keadilan. Sampai saat ini keadilan itu nggak ada,” tuturnya.

Di saat mereka terus berusaha mencari keadilan, di Pengadilan Negeri Depok diputuskan aset sitaan dari First Travel akan disita oleh pemerintah, dan kabarnya akan dilelang.

“Akhirnya saya denger dari PN Depok, yang katanya asetnya mau dilelang, kemudian mau diberikan ke pemerintah,” katanya.

Putusan tersebut menimbulkan pertanyaan dalam benar Eli. Eli menuturkan, aset sitaan dari First Travel bukan aset sitaan hasil korupsi. Ibu penjual nasi uduk ini bertanya, mengapa aset tersebut justru disita pemerintah?

“Yang ingin saya pertanyakan, itu kan bukan uang korupsi? Kenapa harus diserahkan ke pemerintah?,” ujarnya.

Dia juga tidak terima sebab usahanya untuk menabung karena ingin sekali menuaikan ibadah hingga saat ini belum terealisasi.

Mengaku menabung dengan berjualan nasi uduk sejak pukul 03.00 WIB, Eli nampak kecewa dengan putusan PN Depok.

“Sedangkan saya taruh uang di First Travel itu boleh ngumpulin. Jujur saja saya hanya seorang pedagang nasi uduk. Yang ingin sekali menuaikan ibadah,”

Rupanya, ada keinginan untuk pergi menuaikan ibadah ke Tanah Suci bersama sang ibunda.

“Saya mengumpulkan sedikit demi sedikit. Saya berharap bisa pergi sama ibu saya,”

Related posts