Kisah Haru Permintaan Terakhir Bocah Pengidap Kanker Otak Yang Ingin Jadi Petugas Pemadam

Berbagisemangat.com – Keinginan dan harapan mungkin menjadi satu-satunya hal yang bisa dipegang oleh seseorang yang akan kehilangan nyawa.

Apalagi yang mengharapkan tersebut adalah seorang bocah berumur 7 tahun pengidap kanker otak ini.

Dilansir dari Berita Harian via World of Buzz pada (6/9/2019), seorang anak laki-laki berusia 7 tahun didiagnosis menderita kanker otak stadium 4 Diffuse Intrinsic Pontine Glioma (DIPG), telah mendapatkan permintaan terakhirnya.

DIPG adalah penyebab utama kematian di antara tumor otak yang diderita oleh banyak anak-anak.

Bocah bernama Ahmad Danial ini sebenarnya sedang dalam perawatan paliatif dan intensif karena tidak adanya pengobatan yang efektif terhadap DIPG ini.

Bahkan DIPG ini saking sulitnya disembuhkan ia hanya memiliki sedikit peluang untuk bertahan hidup selama beberapa bulan.

Ahmad Danial sendiri mengaku dan bercita-cita menjadi seorang pemadam kebakaran sebelum kondisi ini menimpanya.

Meskipun dia lumpuh dan tidak dapat berbicara, namun dengan usaha orang tua dan orang yang sayang kepadanya, ia berhasil mewujudkan mimpinya.

Keinginan bocah itu diamini oleh Departemen Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia melalui bantuan Persatuan Sokongan Anak-Anak (PESONA).

Direktur pemadam kebakaran Pahang, Nor Hisham Mohammad, menyebutkan bahwa ketika mereka menerima permintaan khusus ini, mereka memutuskan untuk melakukannya SECEPATNYA sebelum terlambat.

“Kami memahami perasaan orang tuanya, dan kami ingin berbagi rasa sakit mereka.”

Dengan mobil pemadam kebakaran yang dikemudikan oleh direktur sendiri, tim pemadam kebakaran mengunjungi Ahmad Danial di Berserah, Pahang.

Mereka berhasil menemui Ahmad Danial selama 10 menit pada 6 Oktober.

Tidak berhenti disiitu, mereka bahkan menyiapkan seragam pemadam kebakaran untuk Ahmad Danial.

Dan akhirnya Ahmad bisa mewujudkan mimpinya dari kecil untuk menjadi seorang anggota pemadam kebakaran.

Ayah Ahmad Danial mengatakan bahwa ia baru mencurigai dia mengidap suatu penyakit pada Maret lalu.

Namun, kesehatannya mulai memburuk dengan cepat dan segera ia di bawa ke rumah sakit.

Keluarga membawa Ahmad ke Rumah Sakit Universitas Islam Antarabangsa (HUIA).

Dan disana Ahmad Danial didiagnosis dengan kanker otak DIPG yang sulit diobati tersebut.

Ahmad Danial hanya bisa terbaring di tempat tidur selama ia dirawat dan baru dibawa pulang sejak Mei lalu.

Hingga akhir hayatnya nanti, Ahmad Danial hanya bergantung pada obat-obatan yang diresepkan oleh rumah sakit.

Sebelumnya kakak Ahmad Danial meninggal karena infeksi bakteri di paru-parunya.

Terlepas dari pengalaman menyedihkan itu, beruntung orangtua Ahmad Danial tidak menyerah dan selalu memberikan yang terbaik untuk anak mereka.

Meskipun semua tetap akan berakhir di suatu hari nanti.

“Sebagai orang tua, kita akan berusaha memberinya perawatan terbaik meskipun kita tahu bahwa dia tidak akan dapat pulih.” kata orangtua Danial ketika diwawancarai.

Related posts