Kisah Inspiratif Pendaki “Sabar Gorky”, Sang Tunadaksa yang Berhasil Capai Puncak

Berbagisemangat.com – Dunia pendakian Indonesia hampir tidak pernah sepi dari peminatnya. Tidak peduli hujan badai bahkan kemarau panjang sekalipun, selalu saja ada pendaki yang bersemangat menaiki dan menuruni gunung. Tapi dari sinilah, banyak kisah inspiratif yang menginspirasi pendaki.

Kali ini, tentang pendaki Indonesia yang merupakan seorang tunadaksa. Kamu mungkin tidak pernah membayangkan, bagaimana bisa seorang yang tunadaksa berhasil mencapai puncak-puncak tertinggi di Indonesia, bahkan dunia. Sosok seperti apakah dia?

Dia adalah Sabar Gorky, sang pendaki tunadaksa yang berhasil mencapai puncak Mt. Elbrus

kisah inspiratif pendaki

Sabar Gorky saat mendaki Mt. Elbrus. Sumber foto

Pria asal Solo ini bernama asli Sabar, sedangkan Gorky adalah julukan yang disematkan oleh staf Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Federasi Rusia, Hamid Awaludin. Sematan nama ini diberikan saat Sabar baru saja berhasil mencapai puncak Mt. Elbrus 17 Agustus 2011 lalu.

Nama “Gorky” diambil dari bahasa Rusia yang berarti “pahit”. Meski demikian, Sabar Gorky memaknai namanya sebagai hal positif dan memaknainya sebagai sebuah prinsip hidup,

Bahwa sepahit apapun hidup kita, hidup haruslah tetap berjalan.

Nama Gorky disematkan padanya karena Sabar merupakan pendaki tunadaksa pertama di Asia yang mencapai puncak Elbrus. Sabar berhasil mendaki Elbrus yang memiliki ketinggian 5.642 mdpl hanya dengan satu kaki kiri dan dibantu tongkat.

Kecelakaan yang merenggut kaki kanannya tak pernah sekalipun memadamkan semangatnya untuk mendaki

kisah inspiratif pendaki

Sosok Sabar yang tak pernah menyerah dalam hidupnya. Sumber foto

Pada 5 April 1985, Sabar jatuh dari kereta api. Saat itulah, dia harus merelakan kaki kanannya. Meski merasa sangat terpukul dan sedih, tekadnya untuk mendaki puncak-puncak tertinggi dunia tak pernah padam.

Banyak orang yang menghina dan memandangnya sebelah mata. Bagaimana mungkin seorang yang hanya punya kaki kiri masih bisa mendaki gunung? Namun, Sabar tidak pernah marah. Bahkan menjadikannya sebagai lecutan semangat. Dia ingin membuktikan bahwa meskipun dia cacat, dia masih bisa mendaki gunung.

Tak hanya puncak di Indonesia, puncak dunia pun telah dia gapai

kisah inspiratif pendaki

Sabar Gorky di puncak Cartenz. Sumber foto

Meski dengan keterbatasan yang tidak memungkinkan baginya untuk mendaki, tapi faktanya dia membuktikan bisa melakukannya. Beberapa puncak gunung di Indonesia yang berhasil dia daki di antaranya Gunung Merapi, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, dan Gunung Sindoro.

Tidak berhenti sampai di situ saja, Sabar Gorky pun berencana menyelesaikan misinya untuk menggapai tujuh puncak tertinggi di dunia. Tiga di antaranya saat ini sudah berhasil didaki, yaitu Gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl) pada 13 November 2011, Gunung Elbrus (5.642 mdpl) pada 17 Agustus 2011, dan Gunung Cartenz (4.884 mdpl) pada Agustus 2015 lalu.

Dia juga pernah mendaki Gunung Aconcagua di Argentina. Saat ini, Sabar Gorky dikabarkan sedang mempersiapkan diri untuk mendaki Gunung McKinley atau Denali, yaitu gunung tertinggi di Amerika Utara yang mmeiliki ketinggian 20,237 feet (6,168 mdpl).

Pendakian paling berkesan baginya adalah saat mendaki Kilimanjaro

kisah inspiratif pendaki

Sabar Gorky di Puncak Kilimanjaro. Sumber foto

Mendaki dengan satu kaki tentu tak mudah. Sabar Gorky mengalami banyak kesulitan selama pendakian. Bukan hanya itu, dia juga kerap diremehkan pendaki lain yang berpapasan dengannya di jalur pendakian.

Satu hal yang paling diingat Sabar Gorky ketika dia berpapasan dengan pendaki dari tim lain di Kilimanjaro. Saat itu, mereka enggan mengucapkan selamat kepada Sabar karena dianggap tidak mungkin mencapai puncak.

Meski diacuhkan dan diremehkan, dia tak tersinggung apalagi marah. Apalah artinya apresiasi dan pengakuan orang lain jika dibandingkan kepuasan pencapaian dari jerih payahnya sendiri. Karena baginya, kesuksesan menggapai impian lebih membanggakan daripada pengakuan orang lain.

Related posts