Kisah Marhamdani, Anak Buruh Tani Yang Raih IPK 3,92 Fakultas Kedokteran Unsoed

Berbagisemangat.com – Setelah menyelesaikan tugas akhir, upacara wisuda merupakan puncak acara yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap mahasiswa. Seperti pada hari ini, Selasa (10/3), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, kembali menyelenggarakan wisuda dengan tema “Sidang Terbuka Senat Wisuda Doktor ke-7, Magister ke-68, Profesi ke-51, Sarjana ke-136, dan Diploma Tiga ke-115 Universitas Jenderal Soedirman.”

Pada periode Maret 2020 kali ini Unsoed mewisuda sebanyak 1.109 lulusan, yang terdiri dari 6 doktor, 66 magister, 147 dengan sebutan profesional, 801 sarjana, dan 89 ahli madya. Di mana, 249 orang di antaranya lulus dengan pujian atau cum laude.

Ada yang menarik pada wisuda Unsoed kali ini. Seorang anak buruh tani asal Boyolali, Jawa Tengah, bernama Marhamdani, dari Fakultas Kedokteran (FK) Unsoed angkatan 2016 berhasil lulus dengan predikat terbaik. Ia meraih kelulusannya tersebut dalam waktu yang cukup singkat yakni selama 3,5 tahun, dengan perolehan IPK 3,92. Hal ini tentu saja sangat membanggakan.

Dalam kehidupan pribadinya, Marhamdani merupakan anak dari pasangan buruh tani yaitu Sumadi dan almarhumah Ismiranti. Sebelum memutuskan belajar di FK Unsoed, Marhamdani sempat ingin mengambil jurusan teknik. Hal ini dikarenakan dirinya khawatir akan biaya kuliah kedokteran yang tidak murah.

Namun, berkat optimisme dan arahan dari guru sekolahnya, ia kemudiann memberanikan diri untuk masuk kedokteran dengan beasiswa Bidikmisi.

“Awalnya saya mengambil teknik karena saya tidak berani memilih kedokteran, meskipun dengan adanya beasiswa saya khawatir tetap membutuhkan biaya yang besar,” ujarnya.

Menurut Marhamdani, motivasi terbesarnya untuk kuliah jurusan kedokteran ialah almarhumah ibunya. Sebelum meninggal dunia, sang ibu diketahui sempat berpesan kepada anak-anaknya untuk menjadi dokter, agar dapat membantu orang lain yang sedang membutuhkan.

“Ibu saya dulu sakit cukup lama, ibu sempat bilang ingin anaknya menjadi dokter agar bisa membantu orang yang membutuhkan,” kata Marhamdani.

Dalam kesehariannya, Marhamdani menjalani kuliah dengan sungguh-sungguh. Dengan mengayuh sepeda kesayangannya, ia berangkat menuju kampus dengan penuh semangat. Ia pun sangat tekun dalam mempelajari setiap mata kuliah yang ia peroleh.

Di mata teman-temannya, Marhamdani merupakan sosok yang cerdas, ramah dan juga sederhana. Ia pun tak pernah ragu untuk membantu teman-temannya jika mengalami kesulitan dalam memahami mata kuliah. Marhamdani juga merasa beruntung, karena selalu mendapat dukungan dari teman-temannya tersebut.

“Saya sama sekali tidak memiliki kesulitan untuk berproses bersama teman-teman saya, terutama teman-teman seangkatan karena semua saling mendukung,” ungkapnya.

Dengan kelulusannya tersebut, selanjutnya Marhamdani akan menjalani program profesi dokter sebelum diambil sumpahnya. Setelah itu, Marhamdani berencana akan mengabdi di kampung halamannya usai dirinya resmi menjadi seorang dokter.

Tak lupa, Marhamdani juga berterima kasih kepada Unsoed yang telah memberinya kesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan beasiswa Bidikmisi. Selain itu, ucapan terima kasih turut diucapkan Marhamdani untuk teman-teman yang telah mendukungnya selama ini, serta segenap guru yang telah mendukungnya selama di SMA N 1 Boyolali, Jawa Tengah.

Sumber: akurat.co

Related posts