Kisah Perjuangan Sumi Perempuan Asal Blora Pikul 15 Kg Jajanan Berondong Keliling Kota Semarang

Berbagisemangat.com – Sumi adalah perempuan kelahiran Blora, Jawa Tengah. Ia memiliki 3 orang anak semuanya laki-laki. Anak pertamanya berusia 17 tahun dan saat ini bekerja di sebuah pabrik swasta. Sedangkan 2 yang lainnya berusia 8 tahun.

Saat di temui Tribunjateng.com di Jalan Majapahit Semarang, Sumi memikul dua tumpukan jajanan berondong menyusuri jalanan Kota Semarang.

Apa yang ia usahakan semata-mata untuk membantu suaminya. Meski usianya sudah memasuki angka 37 tahun tidak mematahkan semangatnya mencari rezeki.

“Yang penting niatnya ada, suami ridho, dicoba dulu gak ada salahnya kan,” terangnya.

Sumi berangkat dari Blora bersama 2 tetangga lainnya (laki-laki) pukul 07.00 dan sampai di terminal penggaron setelah naik angkutan umum pukul 12.30.

Sekali jalan dirinya harus merogoh kocek sebesar Rp 20 ribu untuk sampai di Semarang. Sebanyak 250 bungkus berondong ia jajakan dengan cara dipikul menyusuri jalanan Kota Semarang. Beratnya mencapai 15 kilogram.

“Kalau capek ya berhenti istirahat,” terang Sumi.

Kebiasaan memikul barang nampaknya sudah biasa bagi Sumi. Dalam kesehariannya di kampung, perempuan tiga anak tersebut mengaku ambil air dengan cara dipikul tiap harinya.

“Semua kerjaan kan gak memandang laki-laki atau perempuan, yang penting mau dan sanggup,” kata Sumi.

1 bungkus berondong yang berisi 10 biji ia hargai Rp 10 ribu. Dalam kurun 3 jam berjualan, sebanyak 50 bungkus lebih laku terjual. Tak sedikit pembelinya merupakan pengguna jalan yang sengaja berhenti melihatnya.

“Sebenarnya ini pertama kali saya jualan, pertama kali juga datang ke Semarang, saya yakin ada rezeki di sini,” ujar Sumi.

Perempuan asli Kecamatan Ngawen Blora tersebut tidak menargetkan berapa lama harus tinggal di Semarang. Bermodalkan ridho suami, ia akan pulang ke Blora manakala dagangnya habis.

“Suami juga bekerja buruh jualan papan keliling, dia juga mengizinkan, katanya ‘jaga diri baik-baik jangan lupa sholawat’ alhamdulillah,” terang perempuan bercaping tersebut.

“Tidur ya nanti sedapatnya, paling masjid atau tempat yang bisa buat umum, yang penting bisa istirahat supaya besoknya bisa meneruskan kembali,” sambungnya.

Related posts