Kisah Pilu Perawat di Wuhan, Hanya Bisa Saksikan Ibunya Meninggal Lewat Video Call

Berbagisemangat.com – Wabah virus corona semakin lama semakin banyak memakan korban jiwa. Tak hentinya bertambah warga di China yang terinfeksi, terjangkit, bahkan tewas karena virus ini. Menjalarnya virus ini sangat cepat seperti kilat.

Namun di balik maraknya berita yang mengabarkan tentang merebaknya virus corona ini, terdapat pejuang-pejuang hebat di dalamnya. Mereka bekerja keras dengan penuh semangat untuk menolong para pasien yang terus bertambah.

Mereka adalah ahli medis, dokter, perawat dan sukarelawan yang ikut ambil bagian dalam penanganan korban.
Waktu mereka sangat tersita banyak, bahkan untuk bersama keluarga pun tak bisa. Seperti yang dialami suster satu ini, ia bekerja di salah satu rumah sakit di China, yaitu Rumah Sakit Gunung Vulcan Wuhan.

Rumah sakit tersebut sebelumnya dibangun dengan cepat dalam waktu delapan hari, untuk menampung para pasien yang akan ditangani karena wabah virus corona.

Menurut informasi yang dilansir dari China Press, suster ini bernama Wu Ya Ling. Dia adalah seorang perawat garis depan yang bertugas melawan korban virus corona di Wuhan.

Biarpun Wu Ya Ling ditinggal orang yang dicintainya, dia harus kembali melanjutkan perjuanganya. Setelah selesai menangis dan membungkuk, dia berusaha menenangkan diri dan kembali menjalankan tugasnya merawat pasien.

Suster Wu Ya Ling adalah perawat yang bekerja sejak awal virus corona mewabah di Wuhan. Sejak itu juga, dia meninggalkan keluarganya sendiri untuk menyelamatkan orang banyak.

Related posts