Naik Pamor Usai Diyakini Bisa Tangkal Virus Corona, Pedagang Wedang Susu Jahe Kebanjiran Pembeli: Laris Banget!

Berbagisemangat.com – Mewabahnya virus corona membuat banyak orang panik.

Banyak dari mereka yang kemudian berbondong-bondong mencari jahe merah atau olahannya karena dianggap bisa menangkal virus corona.

Hal ini pun membuat Rudi, salah satu penjual wedang susu jahe “Amzari” banjir pesanan.

Rudi yang biasanya berjualan di Jalan Raya Hankam, Jari Murni, Ujung Aspal, Bekasi, sedari pukul 17.00 WIB itu mengungkapkan, pengunjung mulai ramai berdatangan sejak dua hari terakhir.

“Laris banget sejak dua hari ini,” tuturnya seperti yang dilansir Grid.ID dari Kompas.com

Rudi sendiri pun mengaku awalnya tak tahu menahu soal khasiat jahe merah dapat menangkal virus corona.

“Saya sendiri awalnya enggak tahu, baru tahu rupanya banyak yang beli karena cari khasiat jahe merah buat penangkal corona,” kata Rudi.

“Kebetulan kan saya pakai jahe merah, bukan jahe biasa,” lanjutnya.

Padahal pada hari biasa, Rudi jarang mendapati wedang susu jahe yang dijualnya dalam dua galon jarang habis.

Namun, setelah ada kabar tentang khasiat jahe merah dapat menangkal virus corona, dagangan Rudi selalu ludes diborong pembeli dalam waktu singkat.

“Biasanya buka kan jam 17.00, tutupnya jam 24.00. Itu juga sering sekali enggak habis, masih sisa. Kalau dua hari ini, habis terus dagangan sebelum jam 22.00,”

“Lagi laris banget,” kata pria asal Tegal ini.

Wedang jahe merah yang dijual Rudi sendiri dipatok dengan harga Rp 6 ribu pergelas.

Dan dalam sehari ia bisa menjual setidaknya hingga 100 gelas semenjak merebaknya kabar khasiat jahe merah dapat menangkal virus corona.

“Makanya, Alhamdulillah lagi rezeki banyak dua hari ini. Belum ada rencana tambah tiga galon,” terang Rudi.

Meski di pasaran sendiri jahe merah sudah mulai sulit dicari.

Melansir dari Tribunnews.com, para pedagang rempah-rempah di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, sampai ikut kebanjiran pesanan.

Salah satu pedagang, Surani, mengaku sejak tiga hari terakhir banyak warga yang rela antri demi membeli dagangannya itu.

“Awalnya saya juga bingung. Kok ramai yang cari jahe merah dan temulawak. Bayangkan mbak mana ada sejarahnya beli jamu antri,”

“Kemarin itu pembeli antri sampai sore,” jelas Surani.

Para pembeli, lanjut Surani, rata-rata membeli sebanyak setengah hingga satu kilogram jahe merah.

Naiknya permintaan pasar setelah meluasnya kabar khasiat jahe merah dapat menangkal virus corona membuat harganya dipasaran meroket.

Di pasar Jatinegara sendiri jahe merah sudah dipatok dengan harga Rp 70 ribu per kilonya.

“Sejak Senin, Selasa dan hari ini banyak yang beli. Biasanya sekilo Rp 60 ribu, sekarang naik jadi Rp 70 ribu, bahkan ada yang jual Rp 80 ribu.

“Saya tidak berani nyetok banyak, jadi tiap hari belanja ke Kramatjati,” ungkap Yanti.

Related posts