Pengamen Ini Mengaku Bisa Dapat Rp 9 Juta Dalam Sebulan, Kedua Adiknya Juga Disekolahkan!

Berbagisemangat.com – Ada banyak jenis pekerjaan di dunia ini. Mulai dari pekerjaan yang ada di tempat bersih sampai harus rela berkotor-kotoran. Ada yang harus memakai seragam ada pula yang berpakaian sekenanya saja. Ada pula yang sulit dinalar dalam menghasilkan uang dan ada pula yang normal-normal saja.

Selain itu, ada orang yang bisa bekerja sesuai hobinya dan ada pula yang harus menyisihkan keinginannya itu karena himpitan ekonomi serta peluang. Dunia pekerjaan menjadi semakin kompleks dengan ditambahnya dunia yang terus bertambah tua serta bertambahnya kebutuhan orang-orangnya.

Akan tetapi di Indonesia, mencari uang seperti pengamen masih menjadi pilihan beberapa orang yang terhimpit ekonomi. Ada pula yang mengamen di café-café sampai yang harus turun langsung ke jalanan.

Nah, pengamen jalanan ini yang biasanya memiliki risiko tinggi tentang persaingan antar pengamen sampai harus merelakan hidupnya habis di jalanan serta berurusan dengan Satpol PP.

Dilansir dari Solopos.com, ada sebah kisah menarik tentang pengamen jalan bernama Novi, 19. Perempuan ini sekarang diciduk petugas Satpol PP Kota Madiun, Jawa Timur.

Tentu hal ini mejadi bahan gunjingan netizen. Coba bayangkan, dari mengamen Novi bisa mengumpulkan uang sampai Rp9 juta setiap bulannya.

Novi adalah perempuan asal Tambakbayan, Ponorogo, Jawa Timur. Dia ini biasa mengamen di bus. Perempuan yang semula bekerja sebagai pembantu rumah tangga ini akhirnya memilih menjadi pengamen karena gajinya tidak cukup untuk kebutuhannya dan adik-adiknya.

Perempuan yang hanya lulusan MTS ini ternyata bisa membeli sepeda motor matik tanpa kredit. Selain itu, dia mampu membiayai dua adiknya untuk sekolah. Saat ini adik-adiknya sudah sekolah SMK dan SMP.

Dari profesi mengamen ini, Novi setiap harinya bisa mengumpulkan uang sekitar Rp200.000-Rp300.000. Uang itu digunakan juga untuk membiayai adik-adiknya.

Selepas orangtuanya bercerai, Novi harus berusaha untuk tetap bertahan hidup karena persoalan ekonomi. Dia juga tidak bisa melanjutkan sekolah SLTA waktu itu.

Kisah Novi, sebenarnya juga tidak mudah seperti kita membayangkan uang yang dihasilkannya. Dalam sebulan, dia hanya bisa pulang sebanyak tiga kali. Waktu lainnya dia habiskan di jalanan.

Bahkan untuk tidur pun dia harus ke Terminal Madiun maupun di tugu batas kota. Namun entah apa yang akan dilakukan Novi untuk ke depannya sekarang, karena saat ini dia diciduk oleh pihak satpol PP Kota Madiun.

Related posts