Sarikat Penyelenggara Umroh Pasrah Dengan Kebijakan Saudi

Berbagisemangat – Pemerintah Arab Saudi melarang orang asing masuk Saudi termasuk umat Islam yang datang untuk ibadah umrah. Larangan tersebut pasca Virus Corona melanda China termasuk AS, Inggris, Singapura, Prancis, Rusia, Spanyol, dan India.

Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umroh dan Haji (SAPUHI), Syam Resfiadi mengaku tidak bisa berbuat banyak atas kebijakan Pemerintah Saudi menghentikan sementara kegiatan umroh. Saat ini yang bisa dilakukan oleh pihak yang berkepentingan dengan umroh adalah sabar dan ikhlas kepada Allah SWT.

“Agar kita menjadi manusia yang beruntung,” katanya saat dihubungi, Kamis (27/6).

Karena kata Syam apa yang terjadi di dalam kehidupan dunia, semua karena kehendak Allah SWT. Termasuk Virus Corona yang menyebabkan otoritas setempat menghentingkan sementara kegiatan ibadah umroh. “Jadi serahkan kepada Allah SWT,” katanya.

Syam yang juga Dirut Utama PT Patuna Mekar Jaya berharap penghentian sementara kegiatan ibadah umroh ini segera dicabut Pemerintah Saudi, sehingga jamaah dari seluruh dunia termasuk Indonesia dapat menjalankan ibadah umrah seperti bisa.

Untuk itu ia mengajak, semua pihak terutama para jamaah dan para pengusaha Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) menyikapi kebijakan Saudi dengan penuh kerelaan. Sikapi hal ini dengan berprangsangka.

“Kita lewati saja masalah ini dengan selalu ingat kepada Allah SWT,” katanya.

Menurut Syam, apa yang terjadi saat ini harus menjadi bahan renungan. Dan bahwa kita semua terutama umat Islam sedang diingatkan akan kekurangan kita kepada Allah selama hidup di dunia.

“Maka dari itu mari kita selalu meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT. Sebelum kiamat besar ini rangkaian dari kiamat kecil,” katanya.

Related posts