Tak Punya Gedung Sekolah, Murid Di Sulbar Belajar Di Kolong Rumah

Berbagisemangat.com – Kondisi memprihatinkan dialami puluhan murid sekolah dasar negeri di Desa Salulosong, Kecamatan Topoyo, Mamuju Tengah, Sulbar. Sudah lebih 9 tahun lamanya, mereka terpaksa mengikuti proses belajar di bawah kolong rumah warga.

Ini dilakukan lantaran, sekolah mereka belum memiliki gedung khusus tempat melangsungkan proses belajar mengajar. Kolong rumah ini hanya diberi dinding menggunakan papan, agar lebih terlihat seperti ruang kelas yang nyaman dijadikan tempat belajar.

Ruangannya pun hanya berukuran 6×7 meter saja, dilengkapi beberapa kursi dan meja belajar yang sudah usang. Pada dinding ruangan terpampang sejumlah gambar penunjang pembelajaran yang dibuat sendiri.

Puluhan murid dari kelas 1 sampai kelas 6, juga mengikuti proses belajar di ruangan ini secara bersamaan, dengan materi pelajaran yang dibawakan oleh satu orang guru saja.

“Kita prihatin dengan kondisi seperti ini, kita kasihan dengan anak-anak, tapi bagaimana yah, kita harus jalani terus, daripada sama sekali tidak sekolah karena sekolah lainnya jaraknya sangat jauh,” ungkap salah seorang guru, Kasmawati, kepada wartawan, Kamis (21/02/19).

Kondisi ini diakui membuat proses belajar menjadi tidak maksimal, bahkan diduga menjadi penyebab sehingga masih banyak murid yang kesulitan untuk membaca walau telah duduk di bangku yang lebih tinggi.

“Kita sangat kesulitan dengan kondisi seperti ini, apalagi kita harus berikan materi pelajaran dulu untuk kelas satu, baru kelas dua dan selanjutnya, akibatnya, hingga saat ini masih banyak anak di kelas dua yang belum bisa membaca,” ujar Kasmawati.

Ironisnya lagi, di sekolah kolong rumah ini, juga diketahui menjadi tempat belajar beberapa murid sekolah menengah pertama. Kondisi memprihatinkan ini tidak menyurutkan semangat para murid untuk terus belajar dalam kelas di bawah kolong rumah warga.

Yang merisaukan pihak sekolah saat ini, pasalnya pemilik rumah telah memberi isyarat agar proses belajar mengajar di kolong rumah tersebut, segera dihentikan,

“Masalahnya sekarang, sebentar lagi kamu harus mencari tempat baru untuk melangsungkan proses belajar mengajar, karena kolong rumah tersebut, akan dimanfaatkan oleh pemilik rumah ” kata Kasmawati.

Pihak sekolah sangat berharap, pemerintah setempat melalui dinas terkait memberikan perhatian serius, agar proses belajar mengajar di sekolah ini dapat terus dilangsungkan. Jika pengelola sekolah tidak mendapat lahan baru untuk dijadikan tempat belajar mengajar, maka hampir dapat dipastikan puluhan murid di daerah ini terancam putus sekolah.

Related posts