Uniknya Warung Kerek Di Tepi Kali Jakarta

Berbagisemangat.com – ” Srek, srek, srek” suara tali timba beradu dengan katrol yang tengah dikerek oleh seorang wanita di tepi Kali Mampang, Kampung Kabelan, Mampang, Jakarta Selatan.

Wanita pengerek itu akrab disapa Mpok Neneng. Dia bukan sedang mengambil air, tapi mengantarkan pesananan pelanggan warungnya ke sebrang kali.

Seperti itulah aktivitas jual beli di warung Mpok Neneng, pembeli cukup berteriak menyebutkan pesanan yang dinginkan dan si empunya warung langsung mengantarkan menggunakan ember timba.

Untuk memudahkan, sebelum mengirimkan pesanan Neneng terlebih dahulu menayakan besaran uang pelanggannya. Tujuannya, apabila ada kembalian akan sekalian diantar bersama makanan.

” Uangnya berapa? Biar sekalian entar dikembaliin,” teriak Neneng kepada pembeli dikutip dari Merdeka.com.

” Rp15 ribu duitnya,” sahut pembeli.

” Ya udah, kembaliannya ditaro di dalem plastik ya. Kepakenya Rp13.000,” sambung Neneng.

Neneng menceritakan, transaksi warungnya pada dua tahun silam dilakukan dengan cara mengantar langsung makanan pesanan ke pelanggannya. Namun, cara itu dianggap terlalu melelahkan.

Sebab, Neneng harus mondar-mandir dari warungnya dan berlari ke sebrang sungai. Neneng kemudian berinisiatif membuat warung kerek, Rp400 ribu ke luar dari kantongnya sebagai modal membuat tali timba, katrol dan ember.

Singkat cerita, cara tersebut rupanya efektif. Ia tidak lagi kelehan mengantar pesanan. Namun, dibalik itu, ada hal yang membuatnya harus mengelus dada.

Suatu hari, ember yang tengah mengangkut makanan pesanan berisi uang kembalian harus nyemplung ke kali karena tidak kuat menahan beban. Rupanya, ember tersebut sudah retak.

Pengalaman pahit lainnya, kata dia, tidak sedikit pelanggan yang sengaja untuk tidak membayar. Meski tahu orang tersebut belum menuntaskan kewajibannya, Neneng enggan menagih.

” Ada, kalau yang enggak bayar yaudah biarin aje, berarti bukan rezeki saya. Dia mesen, saking banyaknya orang, kita kadang bingung. Tapi saya kadang udah hitung ada berapa orang, itu udah kehitung uangnya sama saya. Ada yang enggak bayar ketahuan, tapi itu udah sering,” kata dia.

Dengan berjualan semacam itu, Neneng mengaku dapat meraup untuk hingga jutaan rupiah.

” Kalau lagi rame untung bisa Rp1,5 juta sama rokok, kalau lagi sepi gopek (Rp500 ribu), Rp700 ribu,” ucap dia.

Saat ini, warung kerek di daerah tersebut ada enam buah. Meski kini memiliki saingan, Neneng mengaku tak takut merugi.

Ada enam (warung kerek), bakso, nasi rames, rokok atau warkop lah, soto. Enggak saingan, rezeki mah enggak ketuker sama sendal, udah ada yang ngatur,” kata dia.

Related posts