Usai Tolak Gaji Fantastis Rp90 Juta karena Diminta Cukur Jenggot, Pria Ini Dapat Rezeki Tak Terduga

Setelah sempat menolak perusahaan yang menawarkan gaji sebesar Rp90 juta karena diminta untuk mencukur jenggot agar tidak terlihat seperti teroris, teknisi asal Makassar yang bernama Lili Yawansar ini mendapat rezeki tak terduga.

Beberapa hari setelah menolak tawaran pekerjaan dengan gaji fantastis tersebut, ia mendapat panggilan pekerjaan dari perusahaan lain yang berbasis di Ukraina.

Perusahaan tersebut memintanya untuk menjadi Chief Engineer. Tak perlu waktu lama, ia pun langsung mengambil tawaran pekerjaan tersebut. Sebelumnya, Lili sudah sempat dihubungi oleh perusahaan tersebut, namun ia saat itu menginformasikan masih proses standby menjadi teknisi di perusahaan lain yang baru saja ia tolak.

“Nona Hanna Tereshchenko menghubungiku lagi.. Gadis Ukraina ini beberapa hari lalu menghubungiku menawarkan Job diperusahaannya. Namun saat itu saya menginformasikan posisi saya masih proses Standby menjadi 2nd Eng+DP Maintenance di perusahaan lain yang baru saja saya tolak. Nona Hanna memberikan Informasi bahwa dia URGENT sangat membutuhkan Chief Engineer.. tidak menunggu lama saya langsung Menyetujuinya,” cerita Lili di akun Facebook-nya.

Lili sangat bersyukur karena kesabarannya tersebut berbuah manis. Dia kini mendapat ganti yang lebih baik.

Sebelumnya, Lili sempat menolak perusahaan pelayaran berbasis di Dubai yang ingin menawarkan gaji Rp90 juta. Dia tidak jadi menerima tawaran tersebut karena satu persyaratan yang mengharuskannya untuk mencukur jenggot agar tidak dicurigai teroris.

Permintaan tersebut karena situasi Indonesia yang kurang kondusif setelah aksi teror terjadi di sebuah gereja di Makassar.

Menanggapi hal tersebut, Lili pun meminta agar agen yang mengabarinya soal pekerjaan tersebut untuk menyampaikan pesannya kepada sang owner perusahaan.

“Maaf pak, dengan sangat menyesal saya menolak job ini. Tolong sampaikan ke si Kumar (owner perusahaan) itu bahwa jenggot tidak ada hubungannya dengan teroris. Saya lebih mau potong (sensor) daripada potong jenggot saya,” balas Lili.
Sementara itu, agen tersebut tidak bisa berkata-kata dan hanya meminta maaf karena dan mengaku hanya ingin menyampaikan pesan dari atasannya.

Related posts