Viral 6 Cerita Dokter Tentang Kematian di Ruang UGD, ‘Kematian Tak Kenal Usia’

Berbagisemangat.com – Postingan seorang dokter asal Malaysia viral di Facebook akhir-akhir ini.

Dokter dengan nama Facebook Faiz Mashood tersebut membagikan cerita tentang apa yang ia lihat serta yang ia hadapi saat menangani pasien di ruang gawat darurat.

Dokter Faiz membagikan kasus enam pasien yang berbeda yang membuatnya teringat bahwa kematian tidaklah mengenal usia.

Melalui postingannya, dokter Faiz ingin membuat warganet ingat bahwa kematian bisa terjadi kapan saja, bahkan tanpa ada tanda-tanda sakit sedikitpun.

Dokter Faiz menulis kasus pasien yang meninggal dan hampir meninggal yang ia temui saat sedang menjalankan tugasnya di rumah sakit:

#1

Pria 24 tahun tiba di rumah sakit dengan denyut nadi lemah tanpa sebab yang pasti.

Hanya diketahui pasien tersebut mengidap asma.

Dokter malakukan CPR selama 30 menit tapi tak ada hasil.

Ia dinyatakan meninggal tak lama kemudian.

#2

Bayi satu tahun mengalami kejang selama sejam.

Dokter harus mengintubasi bayi demi menghindari gegar otak.

Jika kejang berlangsung terlampau lama, otak tidak akan mendapatkan cukup oksigen.

Akibatnya, si bayi akan berujung pada disabilitas.

#3

Bayi lima bulan masuk ke ruang gawat darurat tak sadarkan diri.

Tim dokter melakukan CPR selama 10 menit.

Menurut pengasuhnya, si bayi tersedak susu.

Setelah 30 menit CPR, tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan pada si bayi.

Bayi itu dinyatakan meninggal kemudian.

Ia adalah anak pertama dari ayah-ibunya.

#4

Seorang pria masuk rumah sakit dengan denyut nadi hanya 28 BPM.

Denyut nadi normal antara 60-100.

Setelah dilakukan tindakan, denyutnya tiba-tiba berhenti.

Ia tak sadarkan diri.

Dokter lakukan CPR selama 10 detik, pria itu bangun lagi dan denyut nadinya kembali.

#5

Pria 60 tahun dilarikan ke ruang gawat darurat dalam keadaan tidak sadar.

Dokter langsung melakukan tindakan CPR.

Dokter mencoba mengintubasinya, tapi gagal.

Terlihat ada memar di leher pria itu.

Rupanya ia mencoba gantung diri.

#6

Remaja 16 tahun dibonceng temannya naik motor.

Saat motor jalan, mereka tiba-tiba terjatuh.

Remaja 16 tahun itu jatuh ke belakang dan kepalanya terhantam aspal jalanan.

Ia tak memakai helm.

Saat tiba di ruang gawat darurat, pupilnya melebar 4mm.

Tidak ada tanda gegar otak.

Namun, setelah dilakukan CT scan, baru terdeteksi adanya perdarahan intrakranial.

Pasien dilarikan ke rumah sakit Sungai Buloh untuk dioperasi.

Namun sayang, sebelum dioperasi, pasien itu telah tiada.

Sejak diunggah 5 Maret lalu, postingan dokter Faiz tersebut telah di-likes lebih dari 23 ribu kali dan dibagikan lebih dari 33 ribu kali di Facebook.

Berikut postingan lengkapnya:

Related posts