Viral, Azab Penimbun Sanitizer, Hilang Pendapatan, Diusir Pemilik Gudang, Diselidiki Penegak Hukum

Mewabahnya virus korona baru COVID-19 menimbulkan masalah baru, kelangkaan produk-produk kesehatan dan perlindungan diri disertai meroketnya harga. Seperti di Indonesia, hand sanitizer dan masker juga dijual dengan harga mahal di banyak negara.

Salah satu penyebab adalah munculnya penimbun yang menjual kembali dengan harga lebih tinggi. Tujuannya jelas, meraup keuntungan sebanyak mungkin.

Setidaknya, itulah niatan Matt Colvin. Namun yang diperolehnya justru azab, kemalangan demi kemalangan yang menimpa. Kisahnya dibagikan oleh akun @jacknicas di Twitter dan telah dibicarakan oleh puluhan ribu warganet.

Jack, seorang reporter New York Times, menceritakan kisah seorang Matt Colvin yang telah menimbun sebanyak 17.700 hand sanitizer di Tennessee, AS. Berdasarkan thread tersebut, Matt mencari penghasilan dengan menjual barang-barang melalui e-commerce, Amazon dan eBay. Ia memborong hand sanitizer dari toko swalayan sejak virus COVID-19 mulai merebak.

Akibatnya, Amazon dan eBay memblokir akun Matt dan banyak penjual lainnya karena diketahui telah menimbun dan menaikkan harga produk-produk penting tersebut. Matt juga telah ditendang dari gudang di mana ia menyewa tempat untuk menyimpan barang timbunannya.

Jaksa Agung setempat juga telah mengusut kasus Matt atas gugatan “praktik penjualan yang menipu dan tidak adil”.

Matt juga mendapatkan banyak surat ujaran kebencian dan ancaman pembunuhan yang dituju pada ia dan keluarganya.

Karena telah diblokir, Matt tidak dapat menjual ribuan hand sanitizer yang telah ditimbunnya. Ia pun terpaksa untuk mendonasikan semua barang yang ditimbun secara cuma-cuma.

Matt mendonasikan 2/3 stok hand sanitizer yang ia miliki kepada gereja setempat yang akan mendistribusikannya kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Sisanya, ia serahkan kepada otoritas negara bagian Ketucky yang akan membagikannya juga.

Kepada Jack, Matt mengatakan bahwa ia menyesali perbuatannya. Ketika ia mulai menimbun banyak hand sanitizer, ia mengaku bahwa ia tidak mengira situasi wabah COVID-19 akan seperti ini.

Related posts