Kisah Haru Fandi, Bocah Pemulung yang Mengais Botol Bekas dari Malam sampai Pagi Demi Membeli Beras

Masa kanak-kanak umumnya menjadi masa anak bermain dan belajar. Nyatanya, hal ini sama sekali nggak bisa dirasakan oleh seorang bocah laki-laki bernama Fandi. Bocah berusia 7 tahun asal Medan ini harus membantu orang tuanya mencari nafkah dengan menjadi seorang pemulung.

Kisah bocah bernama Fandi ini belakangan ramai dibicarakan di media sosial setelah videonya saat memulung dibagikan oleh akun Facebook, Photo Lepas. Berikut kisah Fandi selengkapnya.

"Goniku Lebih Besar Dari Tubuhku"Nama bocah ini adalah Fandi. Usianya masih 7 tahun. Tapi demi menghidupi ayah, ibu…

Dikirim oleh Photo Lepas pada Rabu, 16 September 2020

Dalam video yang beredar, nampak bocah kecil ini sedang memanggul karung goni yang bahkan ukurannya lebih besar dari badannya. Dengan kaki kecilnya, ia menyusuri sepanjang jalan Menteng Raya, Kota Medan untuk mengais sisa-sisa botol dan plastik meski sudah larut malam.

Fandi sendiri saat ini duduk di bangku kelas 2 SD di salah satu sekolah negeri di Pasar 5 Tembung, Medan. Ia memiliki empat orang saudara dan kebetulan menjadi anak pertama.

Setiap harinya selepas maghrib, bocah kecil ini akan mulai berkeliling mengumpulkan botol atau barang bekas lainnya yang bisa ia jual. Biasanya, Fandi akan berkeliling semalaman dan baru akan pulang keesokan paginya jam 7 sebelum berangkat ke sekolah. Semua ini Fandi ingin lakukan demi meringankan beban orang tuanya.

Saat ini, Fandi tinggal di Jalan Bromo Gang Seto, Medan Denai. Biasanya dalam mengais rupiah, ia akan menyusuri Jalan Bromo, Jalan Menteng 2, Jalan Menteng Raya, Jalan Jalan Pendidikan Swadaya, dan kembali lagi ke Jalan Bromo.

Dalam video itu, Fandi mengakuu dirinya memulung karena nggak ada uang untuk membeli beras. Sang ayah sedang sakit sementara ibunya tengah hamil.

Biasanya, dari hasil berkeliling semalaman Fandi bisa mengumpulkan satu karung barang bekas yang nantinya akan ia jual. Dari hasil mengumpulkan barang bekas semalaman, satu karung goninya biasanya hanya dihargai Rp. 10 ribu saja.

Masih dari akun yang sama, diketahui ayah Fandi baru kena PHK akibat pandemi yang akhirnya terpaksa membiarkan sang anak memulung. Selain itu, saat ini dirinya juga sedang menderita pembengkakan kaki karena asam urat.

Menurut penuturan sang ayah, biasanya Fandi memulung bersama kakeknya. Ia juga menuturkan bahwa sebenarnya ia buka usaha jualan kecil-kecilan di rumah, hanya saja modalnya sudah habis untuk makan.

Related posts